Sabtu, 25 Agustus 2012

Daftar Situs Bagus | Website Bagus

Situs-situs Bagus




Direktori Website Bagus

Situs tentang Indonesia:


1. GNFI (Good News Fromn Indonesia)
http://goodnewsfromindonesia.org/
Facebook: https://www.facebook.com/pages/Good-News-From-Indonesia/284326141593113
Twitter: https://twitter.com/GNFI
Tumblr: http://gnfi.tumblr.com/

2. Indonesia Berprestasi
http://indonesiaberprestasi.web.id/
Facebook: https://www.facebook.com/indonesiaberprestasifb
Twitter: https://twitter.com/greatindonesia
Tumblr: http://greatindonesia.tumblr.com/ (last updated in 2010)

3. Aku Cinta Indonesia:
http://akucintaindonesia.com/
http://travel.detik.com/aci/
Twitter: https://twitter.com/ACIdetikcom

Indonesia Indah
Facebook: https://www.facebook.com/pages/INDONESIA-INDAH/261228965297

Lain-lain:
http://indonesia.tumblr.com/





Situs Foto dan Gambar-gambar Indah dan Bermakna




Facebook:
Baca Selengkapnya - Daftar Situs Bagus | Website Bagus

Rabu, 22 Agustus 2012

Berbagai Arti Warna | Makna Warna

Arti warna


Makna warna

Hitam: kecanggihan, kekuasaan, misteri, rahasia, resmi, jahat, kematian,

Abu-abu: stabil, keamanan, kemantapan dari karakter, wewenang, kedewasaan,

Ungu: Kerajaan, kemewahan, martabat, kebijaksanan, spiritual, hasrat, visi, magis,

Kuning: kegembiraan, keceriaan, keramahan, intelektualitas, energi, kehangatan, kewaspadaan, pengecut,

Putih: kesegaran, harapan, kebaikan, cahaya, kemurnian, kebersihan, kesederhanaan, ketenangan, menyerah

Merah muda: Asmara, kasih sayang, kesetiaan, kecantikan, cinta, persahabatan, sensitivitas,

Merah: Hasrat, berani, asmara, semangat, berenergi, bahaya, darurat,

Biru: damai, stabil, ketenangan, percaya diri, ketenteraman, ketulusan, perhatian, integritas,

Hijau: kehidupan, pertumbuhan, linkungan, penyembuhan, uang, keamanan, relaksasi, kesegaran, alami,


Sumber: https://www.facebook.com/ourhand

Catatan: Beberapa arti warna dapat memiliki makna yang berbeda-beda tergantung budaya, keyakinan, konteks, dsb.


Cerita dan Warta.

Baca Selengkapnya - Berbagai Arti Warna | Makna Warna

Kamis, 09 Agustus 2012

Motivasi Islam: Ikhlas

Ikhlas





01. ada shahabat bertanya tentang arti #ikhlas, sesuatu yg juga masih sy usahakan keadaannya, namun perintah-Nya selalu utk berbagi..

02. #ikhlas diambil dari kata "akhlasa" yg artinya membersihkan, menghabiskan, memurnikan, "khalas" berarti selesai/habis/tunai

03. jadi bisa kita ibaratkan, gelas yg tadinya penuh air, kemudian diminum sedikit demi sedikit dan akhirnya habis, itu adl "khalas", #ikhlas

04. jadi #ikhlas adl latihan secara konsisten untuk membersihkan, mengosongkan diri dari segala niat kecuali karena Allah semata

05. “orang yang #ikhlas adalah orang yang memusatkan pikirannya agar setiap amal diterima oleh Allah.” Ali bin Abu Thalib

06. keimanan pasti akan menelurkan #ikhlas, karena beriman berarti mengenal Allah dan beramal dengannya

07. Ibnu Qayyim berujar “Amal tanpa #ikhlas seperti musafir yg mengisi kantong dengan kerikil pasir. Memberatkannya tapi tidak bermanfaat”

08. “Jika ilmu bermanfaat tanpa amal, maka tidak mungkin Allah mencela para pendeta ahli Kitab" lanjutnya

09. "Jika ilmu bermanfaat tanpa #ikhlas, maka tidak mungkin Allah mencela orang-orang munafik.” nasehat Ibnu Qayyim

10. #ikhlas adalah melakukan dan meninggalkan sesuatu karena Allah, jadi nyumbang atau gak nyumbang krn mau diliat manusia, bukan #ikhlas

11. berbicara karena pengen diliat manusia itu riya, gak berbicara krn takut diliat manusia pun riya, jauh dari #ikhlas

12. jadi #ikhlas memang haris dilatih, dilakukan terus2an sampe amal kita hanya kita lakukan hanya untuk Allah semata

13. #ikhlas mungkin perkara paling sulit, karena meluruskan niat itu gak hanya di awal amal, tapi dari awal sampe akhirnya

14. Imam Ali memperingatkan ttg gak #ikhlas, penyakit riya, "dia semangat saat ramai orang, dan rajin dihadapan banyak orang"

15. masya Allah, betapa kita seringkali shalat tak sempurna, bersegera dan minimalis tatkala sendirian, rajin ketika ramai? tak #ikhlas

16. orang tak #ikhlas "semakin bergairah tatkala dipuji dan semakin berkurang amalnya tatkala dicela" begitu ucap Imam Ali

17. berapa banyak amal kita mengharap pujian dan takutkan celaan? Ya Allah, maafkan hamba-Mu yg dhaif..

18. karena itulah Allah melatih kita untuk #ikhlas, tahajud tatkala yg lain tidur, sedekah tak perlu diumbar, dan perkara lain yg sirriyah

19. berlatih #ikhlas adl dengan tak bicara ttg amal baik yg dilakukan, lupakan saja, tak perlu disebut dan diingat

20. berlatih #ikhlas adl dgn banyak2 istighfar, mengikis ke-aku-an, dan membesarkan Allah dengan kalimat takbir

21. karena #ikhlas adalah satu2nya amal yg diterima, mari kita berlatih agar mendapatkannya

follow @felixsiauw on twitter for more.. :)

Sumber: https://www.facebook.com/UstadzFelixSiauw


Baca juga:

Kekuatan dari Keikhlasan dan Berserah Diri
Orang Sabar Disayang Tuhan
Bersyukur Bukanlah Tidur

Baca Selengkapnya - Motivasi Islam: Ikhlas

Selasa, 24 Juli 2012

Orang Sabar Disayang Tuhan


Orang Sabar dalam Islam






Al Quran:


“Wahai sekalian orang-orang yang beriman sabarlah kamu sekalian dan teguhkanlah kesabaranmu itu.” (QS. Ali Imran:200)


“Sungguh akan Kami berikan cobaan kepada kamu sekalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikan kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al Baqarah:155)

Dalam ajaran Islam dikatakan bahwa "orang sabar disayang Tuhan". Namun sesungguhnya kasih-Nya itu tidaklah hanya untuk orang-orang yang sabar melainkan kepada semua mahluk tanpa syarat.
Jadi sebenarnya apakah seseorang manusia itu sabar, tidak sabar, ahli ibadah ataupun pendosa - semua hamba-Nya disayang-Nya tanpa memilih-milih. Karena Cinta Illahi itu tidak bersyarat.
Lalu mengapa kita diajarkan untuk menjadi sabar?
Mengapa kita diajarkan untuk ikhlas dan berserah kepada-Nya?
Jika orang jahat pun di sayang-Nya, mengapa kita diajarkan untuk menjadi orang baik?
Jawabannya adalah ya untuk kebaikan kita sendiri. Bukan untuk kepentingan Tuhan karena Dia tidak memerlukan sesuatu apapun dari hamba-hambanya. Tidak ada bedanya bagi Dia apakah kita itu orang yang sabar, baik, jahat atau pendosa. Yang berbeda adalah efek dari sikap kita itu sendiri kepada masing-masing kita. Jadi sesungguhnya bukan karena Tuhan lebih sayang kepada orang-orang yang sabar atau orang-orang yang baik dibanding yang tidak, TAPI sebenarnya karena Dia mencintai kita maka kita diberitahu bahwa sikap-sikap baik tersebut baik untuk kita sendiri.
Contoh 1:
Seorang orang tua yang memiliki dua orang anak. Yang satu memiliki attitude yang baik dari segi akademis maupun perilaku kesehariannya. Sementara yang lain adalah sebaliknya. Anak yang baik tadi meraih kesuksesan dan kebahagiaan di kehidupannya sementara yang lainnya menemui banyak masalah.
Apakah berbeda kasih orang tua tersebut kepada anaknya? Jika dia orang tua yang baik, jawabanyya adalah "tidak berbeda." Namun mengapa orang tua tersebut selalu mengajarkan anaknya untu memilih hanya yang baik? Itu untuk kebaikan sang anak sendiri bukan untuk kepentingan orang tuanya.

“Mohon pertolonganlah kamu sekalian dengan sabar dan mengerjakan shalat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al Baqarah:153)
Contoh 2:
Ada dua pedagang pemula yang  memiliki 2 karakter yang berbeda.
Pedagang 1 berkarakter penyabar. Dia mempersiapkan semua hal yang dapat menunjang penjualannya dengan sangat baik. Dia berserah kepada-Nya akan hasil yang akan diterimanya mengenai dagangannya tersebut.
Pedagang 2 berkarakter lebih egois. Dia terkesan tidak terlalu memperhatikan mutu dagangannya. Dia juga kurang santun kepada para pembeli. Dia selalu mengeluh jika satu hari jumlah pembelinya sedikit.
Mengingat keduanya sama-sama baru memulai usahanya, menurut anda pedagang mana yang lebih mungkin berhasil?
Apakah Tuhan lebih sayang kepada pedagang pertama? TIDAK. Kedua pedagang itu sama-sama disayang Tuhan tanpa perbedaan. Cinta Illahi tidak memilih, tidak bersyarat, tidak meminta. Namun sikap kita itu ya untuk kita sendiri. Karena Tuhan tidak memerlukan apapun dari hamba-hamba-Nya. Dia mengajarkan kita untuk berperilaku baik ya untuk kita sendiri.

"Apa yang kita tanam itulah yang kita tuai. Karena curahan hujan tidak memilih-milih apakah  pohon apel atau hanya semak belukar."

Terima kasih. :)
Baca Selengkapnya - Orang Sabar Disayang Tuhan

Minggu, 22 Juli 2012

6 Cara Membuat Pikiran Fokus


Cara Fokus



"Kaca pembesar tidak sanggup membakar kertas jika dia menyebarkan sinarnya."


1. Buatlah daftar tentang apa-apa yang menjadi tujuan anda.
Misalnya: Spiritualisme, keuangan, karir, hubungan sosial masyarakat yang baik, pendidikan, keluarga, asmara, investasi, kesehatan, psikologi, dsb.

2. Sederhanakan daftar anda menjadi hanya 10 hal terpenting.
Jika daftar yang anda buat melebihi 10, maka berbesarlah hati untuk merampingkannya menjadi hanya 10 besar. Untuk tahap ini urutan acak tidak menjadi persoalan, artinya untuk bagian ini anda tidak perlu menentukan dahulu prioritas anda dari no. 1 ke no. 10. Cukup hanya menyederhanakan goal anda hanya 10 hal.

3. Tetapkanlah 3 hal saja yang menjadi goal utama anda.
Ingat carilah alasan yang dapat memantapkan hati anda terhadap 3 hal paling prioritas tadi dan berikan urutan yang jelas no. 1, 2, dan 3. Pada tahap ini, jernihkan perasaan anda dari perasaan serakah menginginkan semua hal tercapai dalam satu waktu. Anda dapat mencapai semua tujuan anda, tapi di artikel ini saya menyarankan untuk terlebih dahulu hanya fokus pada maksimal 3 hal paling utama. Setelah ketiga hal ini dapat disebut tercapai, anda bebas untuk melihat kembali tujuan-tujuan lain.
Lihatlah maksimal hanya 3 hal utama anda sepanjang waktu anda seharian.

4. Fokuslah pada no. 1, dan lepaskan ego anda jika no.2 dan 3. harus belum dapat terpenuhi. 
Ingat, ikhlaskan hal-hal lain yang bukan termasuk dalam 3 hal prioritas ini.
Contoh yang paling anda inginkan:
      1. Keluarga
      2. Karir/ keuangan
      3. Kesehatan

Jika karena mengejar kemapanan finansial untuk mencukupi keluarga anda sudah cukup menyita waktu. Optimalkan waktu luang anda untuk keluarga dan istirahat. Mungkin keinginan no. 4 anda adalah dapat berkumpul dengan teman-teman anda. Namun anda hanya dapat melakukannya jika waktu bersama keluarga anda sudah terpenuhi terlebih dahulu.

Atau, jika ada pekerjaan sampingan yang dapat anda kerjakan untuk mendapatkan sumber penghasilan lain namun justru mengorbankan waktu anda bersama keluarga, sebaiknya nada lepaskan saja keinginan terhadap pekerjaan sampingan itu. Karena prioritas no. 1 adalah keluarga.
Sekali lagi ingat! Buat prioritas yang tegas, lepaskan keserakahan anda. Utamakan apa yang menjadi prioritas anda sesuai urutan yang telah anda buat sebelumnya.

5. Lepaskan ketakutan anda. 
Membuat prioritas dan melakukannya sesuai urutan bukan berarti anda tidak dapat mencapai tujuan-tujuan anda yang lain. Hanya saja pada satu waktu, anda hanya melihat satu tujuan saja. Yang berarti, tujuan-tujuan lain dengan mudah dapat anda kerjakan atau capai jika prioritas utama telah tercapai atau selama tidak mengganggu prioritas yang lebih utama. Ini hanyalah tentang "Time Management".

6. Lakukan sekarang. 
Kurangilah waktu yang anda berikan untuk belajar saja. Berikan juga porsi yang tepat untuk praktek.

Selamat mencoba! :)


Baca juga:
Bersyukur Bukanlah Tidur
7 Cara Sederhana dan Mudah Untuk Bahagia


Baca Selengkapnya - 6 Cara Membuat Pikiran Fokus

Kamis, 21 Juni 2012

Sulung Bungsu (Versi 2)


Sulung Bungsu


Ada sebuah keluarga yang hidupnya sangat miskin. Keluarga ini memiliki 2 orang putra. Anak pertama, sebut saja si sulung, dan yang ke dua, sebut saja si bungsu.

Karena penghasilan ayah mereka sebagai kepala keluarga sangat tidak mencukupi, si ibu pun terpaksa membantu pemasukan keuangan keluarga dengan bekerja mencuci baju di rumah-rumah keluarga lain yang hidupnya lebih makmur. Setiap hari sang ayah yang hanya bekerja sebagai kuli serabutan selalu mengeluh tentang betapa susahnya hidup. Dia menyalahkan nasib yang menurutnya berpihak hanya kepada orang-orang kaya.

Kedua anak tersebut pun hampir setiap hari menyaksikan orang tua mereka bertengkar karena uang, karena kekurangan uang. Si sulung berkata dalam hatinya, "Mungkin sudah nasibku seperti ini, susah dalam hidup." Namun berbeda jauh dengan sang kakak, si bungsu ini berkata dalam hatinya, "Orang tuaku hidupnya sangat susah, aku harus hidup jauh lebih makmur dari kebanyakan orang supaya kelak aku bisa mencukupi seluruh kebutuhan keluargaku."

Tahun berganti, waktu pun telah merubah 2 anak ingusan tadi menjadi 2 pelajar SMP. Anak tertua, si sulung,  memutuskan untuk berhenti sampai kelas 2 SMP karena dia merasa tidak ada gunanya melanjutkan sekolah hingga tamat karena toh apa yang sudah ditakdirkan Tuhan tidak akan bisa berubah bahwa nasib mereka adalah menjadi orang-orang miskin. Mereka tidak punya kerabat atau kenalan orang-orang kaya atau koneksi yang dapat membantu untuk menjadi orang-orang sukses.

Sementara si adik, sama pikirannya untuk mengakhiri pendidikannya hanya sampai tamat SMP. Dia tak tega melihat kedua orang tuanya bekerja keras hanya untuk hidup pas-pasan. Namun si adik ini berpikir, "Aku tidak bisa kaya jika aku mengharapkan bekerja sebagai kuli, aku harus berdagang, siapa tahu aku bisa sukses seperti para pemilik toko itu."


Sesuai hadis Nabi Muhammad SAW:
"Sembilan dari sepuluh pintu rizki ada pada perdagangan"

Hadits ini diriwayatkan oleh: Imam As Suyuthi dalam Al Jami’ Ash Shaghir, 1/130, dari Nu’aim bin Abdurrahman dan Jabir Ath Tha’i secara mursal.


Setelah 7 tahun berselang. Si sulung telah menikah dan mengulangi penderitaan kedua orang tuanya dulu. Yaitu: Bertengkar hampir setiap hari dengan istrinya hanya karena masalah uang dalam jumlah yang relatif sedikit. Ibu mereka pun sering berkunjung ke rumah si sulung ini untuk memberikan sedikit wejangan kepada anak dan menantunya. Ibunya sedih karena nasib anak sulungnya ini mirip seperti kehidupannya dulu.

Sang adik, si bungsu mengalami hidup yang jauh berbeda, lebih makmur dibanding sang kakak. Setelah 3 tahun menjadi pedagang keliling, akhirnya ia memutuskan untuk membuka toko sendiri di sebuah pasar. Dan berkat ketekunannya sekarang ia telah memiliki 2 toko serupa di pasar lainnya. "Sungguh berbeda keadaan hidup anakku yang bungsu ini", pikir si ibu waktu berkunjung ke toko anaknya yang bungsu itu. Para pembeli ramai dan setia mengantre untuk dilayani. Sebab jam buka toko si anak ini memang cukup panjang dari pagi hingga menjelang senja hari. Pelayanan sang pemilik toko serta karyawan yang jauh lebih ramah dibanding toko-toko lain membuat orang-orang senang berbelanja di sana.


Lalu pertanyaannya: "Siapa yang menentukan hidup anda?"

Quran Surah 13 ayat 11:

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka.” 


Apakah pantas kita menunjuk hidung pemimpin kita di istana negara dan senayan untuk kemiskinan yang kita alami?

Terinspirasi oleh: Sulung dan Bungsu (versi 1)
Baca juga: Bersyukur Bukanlah Tidur

Cerita dan Warta

Baca Selengkapnya - Sulung Bungsu (Versi 2)

Selasa, 19 Juni 2012

Bos vs Karyawan (Untuk Atasan)

Pengusaha vs Karyawan


Atasan vs Bawahan


Jika anda seorang bos, pengusaha, atau atasan apapun sebutannya. Dan anda merasakan kejengkelan karena pegawai anda tidak becus dalam bekerja, sering terlambat masuk kerja atau meeting, ataupun segala keburukannya dalam hal kerja atau attitude personalnya nada tidak suka. Apapun itu. Pikirkanlah baik-baik kata-kata di bawah ini.

Untuk Para Bos:


1. Bersyukurlah orang itu mau bekerja dengan anda.
Masih banyak perusahaan lain yang lebih baik yang mau mempekerjakan dia dengan gaji yang lebih tinggi. Tapi mungkin karena kekurang percayaan diri pegawai anda itu, dia tidak berani keluar dari perusahaan anda. Bersyukurlah.


2. Ambil Cermin
Anda kan atasan dia. Berarti tugas anda dong membimbing dia. Anda tidak dibayar hanya untuk memarahi dia dan komplain melulu. Ajarilah dia cara bekerja yang benar. Tunjukkan anda layak jadi bos atau pemimpin. Kalau bisanya cuma marah-marah, nenek saya jauh lebih baik dari anda. Sekali lagi bercermin. INTROPEKSI, apa yang dapat anda lakukan?

3. Berilah dia penghargaan.
Tidak harus berupa uang. Saya sering merasa sangat berterima kasih kepada atasan saya pada saat dia mengucapkan "terima kasih" kepada saya atas kerja yang memang sudah kewajiban saya. Saya juga merasa sangat senang jika atasan saya mau mengajari saya banyak hal terutama yang menyangkut keahlian dalam bekerja, keahlian komputer misalnya. Sekali-kali bolehlah traktir dia makan di luar, kalau bisa jangn cuma satu orang, tapi beberapa bawahan anda. Syukuri kelebihan rezeki anda dari mereka, caranya bukan dengan bersyukur doang. Tapi senangkan mereka dengan: Traktiran Semua orang suka ditraktir. :)

4. Pecat Saja Dia!
Jika anda sebagai bos atau pengusaha merasa pegawai anda itu tidak layak bekerja untuk anda, mengapa tidak membuka lowongan atau mencari pegawai baru yang kriterianya sesuai dengan apa yang anda cari atau inginkan? Mengapa harus merasakan sesak di dada karena setiap hari marah-marah? Berhenti mengeluh! Pecat saja karyawan anda itu. Biarkan dia bebas melakukan yang jauh lebih baik daripada jadi pecundang di perusahaan anda. Mungkin dia akan jauh lebih maju di luar sana. Mungkin dengan dipecat dia akan bisa sukses seperti kisah Sandiaga Uno yang jadi pengusaha besar karena dipecat pada saat krisis moneter. Mengapa tidak? Mungkin saja suatu saat dia akan berterima kasih kepada anda karena sudah memberikan kesempatan kepada dia walau secara terpaksa untuk mencari jalan penghidupan yang lebih baik. Maka jangan ragu-ragu, jika dia tidak bisa memperbaiki diri, pecatlah.

5. Berterima kasih kepada Tuhan dan semua pihak.
Anda dapat bersyukur dengan sangat atas anugerah Tuhan yang menjadikan anda di posisi yang jauh lebih baik daripada bawahan anda. Anda dapat berterima kasih kepada orang tua, karena mereka telah menyekolahkan anda dengan baik sehingga anda dapat menajdi bos. Berterima kasihlah kepada guru-guru dan dosen anda yang membimbing anda memilki karakter pemimpin. Berterima kasihlah kepada  atasan anda dulu yang mau menerima anda bekerja di perusahaan. Atau jika anda seorang pengusaha/ wiraswasta, berterima kasihlah pada bank-bank yang mempercayakan dana mereka agar dapat anda gunakan membangun usaha anda. Berterima kasihlah kepada semua pegawai anda yang sudah mau bekerja untuk anda dan menghasilkan layanan jasa atu produk yang baik bagi perusahaah. Berterima kasihlah kepada para konsumen atau klien yang sudah membeli produk anda. Berterima kasihlah pada semua pihak baik itu individu ataupun instansi yang sudah mendukun jalannya bisnis anda.

6. Sudah melakukan no. 1-5?
Jika belum, berarti anda pantas dapat bawahan berengsek. Atau anda tidak layak jadi bos. Kembalilah lagi jadi pegawai supaya anda tahu rasanya dimarah-marahi atau diperlakukan semena-mena oleh atasan anda. Maaf, tapi itu benar. Coba saja merenung apa salah anda? Tidak ada akibat jika tidak ada penyebab. Berpikirlah dengan tenang. Jiwa kepemimpinan itu tenang, bukan  gerusah-gerusuh. Pemimpin itu harus punya jiwa pemenang, jika tidak kembali saja jadi bawahan, anda tidak pantas jadi pemimpin.

Saya tidak bermaksud menceramahi anda, tidak bermaksud menghinna atau menyepelekan anda. Saya hanya berusaha menyampaikan suara-suara yang mungkin selama ini tidak kedengaran oleh anda.

Maaf kalau ada kata-kata yang menyinggung atau kurang berkenan.

Terima kasih.


Baca juga: Karyawan vs Bos (untuk karyawan)
Baca Selengkapnya - Bos vs Karyawan (Untuk Atasan)

Senin, 18 Juni 2012

Karyawan vs Bos (Untuk Pegawai)

Karyawan vs Pengusaha



Anda seorang karyawan yang sering dimarahi bos? Coba renungkan dahulu kata-kata di bawah ini.

Untuk karyawan:

1. Bersyukurlah anda sedang dipekerjakan.
Masih banyak orang-orang di luar sana yang lebih kompeten daripada anda, namun karena beberapa hal termasuk keberuntungan, anda dapat menerima gaji bulanan saat ini.

2. Ambil cermin
Tidak mungkin kan anda dimarahi boss kalau andanya oke. Pasti ada sesuatu dalam diri anda yang tidak baik. Atau mungkin attitude anda, skill anda, disiplin anda. Cobalah ke toko cermin dan lihat-lihatlah, siapa tahu anda mengerti apa yang saya maksud dengan intropeksi.

3. Lebih baiklah dari bos anda.
Bukankah ada sesuatu yang membuat anda sebagai bawahan dan "dia" sebagai bos? Jika anda berdua berada di satu perusahaan milik orang lain atau sebuah badan usaha, paculah prestasi anda, siapa tahu esok anda yang gantian jadi bos. Contohnya Pak SBY dan Sutiyoso, SBY itu pernah jadi bawahan Sutiyoso waktu di kemiliteran, lalu SBY yang jadi presiden dan Pak Sutiyoso (pernah menjadi) bawahannya sebagai gubernur DKI Jakarta saat itu. Tapi INGATlah! Perlakukan mantan atasan anda jauh lebih baik dari yang ia pernah lakukan kepada anda. Memaafkan itu mulia.

4. Pecatlah diri anda.
Jika anda merasa anda tidak melakukan sesuatu hal yang buruk lalu mengapa anda di perlakukan semena-mena oleh atasan anda. Pecatlah diri anda. Ya. Tingkatkan kemampuan anda, cari perusahaan yang lebih baik, dan segera setelah diterima perusahaan lain, UNDURKAN diri.

5. Jadilah Bos atau Pengusaha Juga
Jika anda merasa diri anda oke, mengapa tak buka usaha sendiri? Kumpulkan modal, terutama modal attitude sebagai pengusaha. Ya, ATTITUDE itu jauh lebih berharga daripada uang. Betapa banyak pengusahaa sukses yang memulai segalanya dari hampir dibilang nol. Contohlah Purdi Candra, Mark Zuckerberg. Gunakanlah uang orang lain. daripada sebaliknya, anda punya uang tapi tidak punya mental pengusaha. Pengusaha itu tahan banting. Bukan rapuh. Kalau anda cengeng, nikmatilah nasib anda sebagai karyawan.

6. Sudah melakukan nomor 1 - 5?
Jika belum, berarti memang anda pecundang, eh maaf, tapi saya bukan bermaksud menjatuhkan mental anda. Maaf sekali lagi, saya bermaksud memecut anda dengan motivasi dan semangat. Sekali lagi ambillah cermin dan tanyakan pada diri anda sendiri. Apa yang dapat aku perbuat untuk lebih baik dari nasibku sekarang sebagai karyawan?

Salam Sukses!

Baca Selengkapnya - Karyawan vs Bos (Untuk Pegawai)

Sabtu, 16 Juni 2012

Motivasi Diri: Mengapa Jadi Orang Kebanyakan?




"Hanya karena sesuatu berlaku untuk kebanyakan orang, tidak berarti itu pasti berlaku untuk anda. Mungkin anda tidak termasuk kebanyakan orang, anda istimewa."

"Jangan selalu menganggap sesuatu hal negatif yang kita miliki itu wajar karena kebanyakan orang juga begitu. Wajar itu berlaku untuk kebanyakan orang. Dan kebanyakan orang di dunia ini sengsara."

"Mengapa jika kita memiliki kelemahan yang dimiliki kebanyakan manusia lain seperti pelupa, sering sakit, banyak kekurangan, dsb kita selalu berkata "Namanya juga manusia." Mengapa saat kita melihat orang-orang hebat seperti Bill Gates, Mark Zuckerberg, Bunda Theresa, dan sekian banyak orang-orang terbaik di bidangnya, kita tidak bilang, "Wajar luar biasa! Namanya juga manusia.""

"Tidak apa-apa kita mengingatkan orang lain tentang hal-hal baik ketika kita belum melakukannya dengan baik. Pada saat yang sama kita juga sedang mengingatkan diri sendiri untuk melakukannya dengan baik. Saya hampir selalu begitu. :)"

"Mengapa kebanyakan orang suka memikirkan, berbicara, dan berbagi kepada orang-orang lain tentang hal-hal yang kita tidak suka? Mengapa kita sering memancarkan perasaan benci? Mengapa tidak kita fokus saja menceritakan hal-hal yang kita suka, yang kita senangi, yang membuat kita tersenyum. Percayalah, jika kita hanya memancarkan perasaan yang baik dengan hanya memikirkan hal-hal yang kita senangi, akan lebih banyak lagi hal-hal baik yang hadir di hidup kita, begitu juga sebaliknya. Saya sudah coba, dan hasilnya Amazing!! :)"




Baca Selengkapnya - Motivasi Diri: Mengapa Jadi Orang Kebanyakan?

Kamis, 31 Mei 2012

Berilah Pikiran Kita "Makanan" yang Bergizi | Motivasi Diri



Apa Yang Kita Konsumsi Itulah Kita!



Seseorang yang dominan memakan sayuran dan buah-buahan (vegetarian) umumnya memiliki aroma tubuh yang lebih baik dibanding mereka yang lebih banyak mengkonsumsi daging. Seseorang yang dominan minum minuman berakohol cenderung memiliki “attitude” yang kurang dapat mengendalikan perilakunya secara bijaksana.

Kita sangat banyak dipengaruhi apa yang kita konsumsi. Dan yang saya maksud dengan mengkonsumsi di sini bukan hanya terbatas dari apa yang kita masukkan ke mulut kita, namun yang terpenting adalah apa yang kita masukkan ke PIKIRAN kita.

Jika kita dominan mendengarkan kebencian yang disampaikan orang-orang di sekitar kita pada saat yang sama kita menyetujui kebencian tersebut dengan turut merasakan kebencian, maka hidup kita secara logis akan dipenuhi hal-hal yang kita benci. Sebagai contoh, jika kita dikelilingi orang-orang yang suka menceritakan aib orang lain dan pada saat yang sama kita menyetujuinya dengan turut membenci orang yang diceritakan keburukannya tersebut, kita mengundang keburukan itu datang ke diri kita dan kehidupan kita.

Namun, jika kita tidak menyetujui ucapan orang-orang yang menceritakan keburukan orang lain dengan membenci orang yang menceritakan aib tersebut, itu juga berarti kita membenci si “pembicara” tersebut.

Sikap yang dapat kita ambil jika kita sering mengalami kejadian yang banyak terjadi seperti ini adalah:

1. Tidak mengijinkan diri kita turut membenci orang yang sedang diceritakan keburukannya tersebut beserta perilakunya. Cintai sesama tanpa syarat.

2. Tidak membenci orang yang membicarakan keburukan orang lain tersebut, dan tidak juga membenci perilakunya. Jangan memberikan perasaan apapun pada hal-hal yang kita tidak senangi.

3. Jika bisa tanpa menyinggung si pembicara, alihkanlah topik pembicaraan. Jika tidak bisa, diam. (Ini yang saya sering lakukan)

Ingatlah:

“Kebencian tidak dapat dipadamkan dengan kebencian. Kebencian dipadamkan dengan cinta, kasih.”


Apa yang layak kita konsumsi untuk pikiran kita?


Kita dapat mengisi waktu kita sepanjang hari dengan mengkonsumsi bacaan yang memicu kita untuk dominan merasakan kebahagiaan.

1. Daripada membaca berita tentang korupsi bacalah berita tentang pejabat yang memperjuangkan kesejahteraan warganya.

2. Daripada membaca berita tentang tawuran anak SMA, bacalah tentang anak SMA yang mendominasi emas di olimpiade sains tingkat dunia.

3. Daripada membaca berita tentang kelaparan orang-orang miskin, bacalah berita tentang orang miskin yang berjuang memperbaiki hidupnya dan sekarang menjadi tidak kelaparan lagi!

4. Daripada membaca cerita tentang tomcat, ketakutan, kesedihan, kebencian, dan penghakiman, bacalah cerita motivasi yang dapat menginspirasi kita agar menemukan makna lain pada suatu peristiwa dibanding apa yang kebanyakan orang pikirkan.

5. a. Daripada  menonton berulang-ulang berita tentang bencana dan kecelakaan pesawat, ambillah wudhu dan berdoalah untuk para korban dan keluarga yang ditinggalkan.

b. Daripada berkata “kasihan” pada para korban gempa, ambilah kartu ATM dan transferlah sejumlah uang. Jika tidak bisa, diam.

6. Daripada menghujat artis dangdut koplo dan Lady Gaga, didiklah anak kita agar berpakaian yang sopan.

7. Daripada menyalahkan anak kita yang memiliki prestasi buruk di sekolah, ambillah cermin dan bertanyalah pada diri sendiri: “Apa kekurangan saya sebagai orang tua?” dan “Bagaimana cara saya dapat membimbing anak saya menjadi lebih baik?”

8. Daripada membenci anggota DPR yang tidur saat sidang, ambilah cermin dan bertanya pada diri sendiri: “Apa yang dapat saya lakukan untuk negeri ini?”

Cerita Motivasi
Baca Selengkapnya - Berilah Pikiran Kita "Makanan" yang Bergizi | Motivasi Diri