Minggu, 15 Agustus 2010

Tokoh Sukses tanpa Ijazah di Indonesia

Orang-orang yang sukses tanpa ijazah di Indonesia

Beberapa tokoh yang sukses tanpa ijazah:

1. Andi F. Noya
PimRed Metro TV ini belum lulus sarjana… Satu hal yang menarik, Andy sebenarnya adalah orang teknik.
Sejak lulus SD Sang Timur di Malang, Jawa Timur, pria kelahiran Surabaya ini sekolah di Sekolah Teknik Jayapura lalu melanjutkan ke STM Jayapura. “Tetapi sejak kecil saya merasa jatuh cinta pada dunia tulis menulis. Kemampuan menggambar kartun dan karikatur semakin membuat saya memilih dunia tulis menulis sebagai jalan hidup saya,” tutur Andy.


2. Adam Malik
 Adam Malik Batubara (lahir di Pematangsiantar, Sumatera Utara, 22 Juli 1917 – meninggal di Bandung, Jawa Barat, 5 September 1984 pada umur 67 tahun) adalah mantan Menteri Indonesia pada beberapa Departemen, antara lain beliau pernah menjabat menjadi Menteri Luar Negeri. Ia juga pernah menjadi Wakil Presiden Indonesia yang ketiga.

Ternyata orang yg dikabarkan Agen CIA ini ternyata gak pernah ngenyam bangku sekolah.





3. M.H.Ainun Najib


Emha Ainun Nadjib hanya tiga bulan kuliah, Pendidikan formalnya hanya berakhir di Semester 1 Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM). Sebelumnya dia pernah ‘diusir’ dari Pondok Modern Gontor Ponorogo karena melakukan ‘demo’ melawan pemerintah pada pertengahan tahun ketiga studinya, kemudian pindah ke Yogya dan tamat SMA Muhammadiyah I. Selebihnya Beliau jadi pengembara ilmu di luar sekolah hingga dia bisa jadi manusia dengan bermacam sebutan (multifungsi).




4. Abdullah Gymnastiar


Kiayi yang kmarin2 ini santer dengan kasus poligaminya,ternyata sukses menjadi kiayi dan wirausahawan (pengusah besar) tanpa ijazah. walaupun sudah lulus, tapi dikabarkan sampai saat ini blm mengambil ijazahnya.





5. Ajip Rosidi
dengan tak mau mengikuti ujian akhir SMA nya. Dia menolak ikut ujian karena waktu itu beredar kabar bocornya soal-soal ujian. Dia berkesimpulan bahwa banyak orang menggantungkan hidupnya kepada ijazah. “Saya tidak jadi ikut ujian, karena ingin membuktikan bisa hidup tanpa ijazah”. Dan itu dibuktikan dengan terus menulis, membaca dan menabung buku sampai ribuan jumlahnya. Walhasil sampai pensiun sebagai guru besar tamu di Jepang, Dia yang tidak punya ijazah SMA , pada usia 29 tahun diangkat sebagai dosen luar biasa Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran. Lalu jadi Direktur Penerbit Dunia Pustaka Jaya, Ketua Ikapi Pusat, Ketua DKJ dan akhirnya pada usia 43 tahun menjadi profesor tamu di Jepang sampai pensiun.
Berikut Sejarah Pendidikan Beliau :

* Sekolah Rakyat 6 tahun di Jatiwangi (1950)
* Sekolah Menengah Pertama Negeri VIII Jakarta (1953)
* Taman Madya, Taman Siswa Jakarta (1956, tidak tamat)


6. Bob Sadino
Bob Sadino lahir dari sebuah keluarga yang hidup berkecukupan. Ia adalah anak bungsu dari lima bersaudara. Sewaktu orang tuanya meninggal, Bob yang ketika itu berumur 19 tahun mewarisi seluruh harta kekayaan keluarganya karena saudara kandungnya yang lain sudah dianggap hidup mapan. Bob kemudian menghabiskan sebagian hartanya untuk berkeliling dunia dan tidak melanjutkan kuliah. Dalam perjalanannya itu, ia singgah di Belanda dan menetap selama kurang lebih 9 tahun. Di sana, ia bekerja di Djakarta Lylod di kota Amsterdam dan juga di Hamburg, Jerman. Ketika tinggal di Belanda itu, Bob bertemu dengan pasangan hidupnya, Soelami Soejoed.
Pada tahun 1967, Bob dan keluarga kembali ke Indonesia. Ia membawa serta 2 Mercedes miliknya, buatan tahun 1960-an. Salah satunya ia jual untuk membeli sebidang tanah di Kemang, Jakarta Selatan sementara yang lain tetap ia simpan. Setelah beberapa lama tinggal dan hidup di Indonesia, Bob memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya karena ia memiliki tekad untuk bekerja secara mandiri.


7. Andrie Wongso
Anak ke-2 dari 3 bersaudara ini terlahir dari sebuah keluarga miskin di kota Malang. Di usia 11 tahun (kelas 6 SD), terpaksa harus berhenti bersekolah karena sekolah mandarin tempat andrie kecil bersekolah ditutup. Maka SDTT, Sekolah Dasar Tidak Tamat, adalah gelar yang disandangnya saat ini. Masa kecil hingga remajanya pun kemudian dilalui dengan membantu orang tuanya membuat dan berkeliling berjualan kue ke toko-toko dan pasar.









8. Purdi E Chandra

Sosok Purdi E. Chandra kini dikenal sebagai pengusaha yang sukses. Lembaga Bimbingan Belajar (Bimbel) Primagama yang didirikannya bahkan masuk ke Museum Rekor Indonesia (MURI) lantaran memiliki 181 cabang di 96 kota besar di Indonesia dengan 100 ribu siswa tiap tahun.
Bukan suatu kebetulan jika pengusaha sukses identik dengan kenekatan mereka untuk berhenti sekolah atau kuliah. Seorang pengusaha sukses tidak ditentukan gelar sama sekali. Inilah yang dipercaya Purdi ketika baru membangun usahanya.
Kuliah di 4 jurusan yang berbeda, Psikologi, Elektro, Sastra Inggris dan Farmasi di Universitas Gajah Mada (UGM) dan IKIP Yogya membuktikan kecemerlangan otak Purdi. Hanya saja ia merasa tidak mendapatkan apa-apa dengan pola kuliah yang menurutnya membosankan. Ia yakin, gagal meraih gelar sarjana bukan berarti gagal meraih cita-cita. Purdi muda yang penuh cita -cita dan idealisme ini pun nekad meninggalkan bangku kuliah dan mulai serius untuk berbisnis.
Kini kabarnya Purdi E. Chandra sekarang sudah ada lebih dari 500 cabang Primagama di seluruh indonesia.




9. Hendy Setiono
Hendy Setiono (kebab Baba Rafi) mengawali usaha tahun 2003 di Surabaya. Modalnya hanya Rp 10 juta atau sebuah gerobak burger. Kini bisnisnya berkembang pesat dengan menu makanan utama kebab serta santapan ala koboi (burger serta hotdog). Jumlah cabangnya setiap tahun terus bertambah. Terakhir, terdapat 140 outlet tersebar di 25 kota, antara lain Batam, Bali, Bandung, Banjarmasin, Malang, Gresik, Jember, Kediri, Lampung, Padang, Malang, Makasar, Medan, Pasuruan, Pekan Baru, Karawang, Surabaya, Sukabumi, Semarang, Sidoarjo, Tasikmalaya, Jogjakarta, dan Jakarta


10. Buya Hamka
HAMKA (1908-1981), adalah akronim kepada nama sebenar Haji Abdul Malik bin Abdul Karim Amrullah. Ia adalah seorang ulama, aktivis politik dan penulis Indonesia yang amat terkenal di alam Nusantara.
Hamka mendapat pendidikan rendah di Sekolah Dasar Maninjau sehingga kelas dua. Ketika usia HAMKA mencapai 10 tahun, ayahnya telah mendirikan Sumatera Thawalib di Padang Panjang. Di situ Hamka mempelajari agama dan mendalami bahasa Arab. Hamka juga pernah mengikuti pengajaran agama di surau dan masjid yang diberikan ulama terkenal seperti Syeikh Ibrahim Musa, Syeikh Ahmad Rasyid, Sutan Mansur, R.M. Surjopranoto dan Ki Bagus Hadikusumo.


sumber

21 komentar:

  1. mantab Insa Allah ana akan menyusul mereka mengukir sejarah kesuksesan.

    BalasHapus
  2. sukses adalah pilihan.....

    BalasHapus
  3. Baca juga kisah sukses prof.dr.m.suyanto,MM yg mendirikan STMIK AMIKOM YOGYAKARTA berawal dari ngontrak untuk sebuah PTS yg reot. Beliau anak petani yg miskin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih atas informasinya. :)

      Hapus
  4. ijin Share ya om bob?? :)

    BalasHapus
  5. om memandang segalanya menjadi simple...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tergantung cara berpikir bro. Anda berpikir simple maka simple, anda berpikir susah maka susah betulan.

      Hapus
  6. emang keren orang-orang yang memang talenta leadership sudah ada sejak dari kecil, info menarik!

    BalasHapus
  7. Semua itu taqdir ,... semua itu Kehendak Alloh SWT ,... kita tidak tahu esok hari ,.... makanya berusahalah sebaik mungkin ,...
    Saatnya ibadah ,.. ibadah ,.. saatnya cari nafkah ya cari nafkah ... semua itu ibadah ..... setiap omongan bisa jadi do'a anda ....
    setiap keinginan juga do'a anda ... semoga kita jadi orang yang tahu kebutuhan dan keinginan ,.. tahu nurani dan naluri .....
    Belajar setiap saat .....
    Belajar bermanfaat kepada lingkungannya ....
    ......
    Thank's atas nasihatnya .....
    Tetaplah terus bermanfaat bagi orang lain ... " Urip iku nguripi wong urip " ....

    BalasHapus
  8. kerja keras dan ketekunan, mereka yang tidak memiliki ijazah lebih mengandalkan kerja keras dan ketekunan dibandingkan mereka yang mengandalkan ijazah. Jadi semakin terinspirasi untuk fokus dan tekun dalam bisnis.
    Inspirasi yang bagus

    BalasHapus
  9. ingin bertemu kalian, n lingkungan seperti kalian....ingin maju
    #butuh tips

    BalasHapus
  10. hidup memang pilihan bukan karena (Punya/tidak)Ijazah.. yang penting kerja keras, lingkungan yang mendukung dan yang terpenting takdir illahi (Ga mungkin bisa diatur sama kita)...
    kita melihat mereka karena kesuksesan "dunia"-nya aja tapi kita belum tau dibalik itu semua..
    Cat: - orang memikirkan dunia.
    hanya memikirkan kesuksesan dengan
    melihat seberapa banyak kita
    mengumpulkan harta/kekayaan untuk
    kesenangan bukan kebahagiaan "senang
    belum tentu bahagia".
    - orang memikirkan dunia & akhirat.
    memikirkan bagaimana kita bertindak
    didunia tanpa merusak tujuan akhirat.
    Mohon Koreksinya.. Tks

    BalasHapus
  11. oke terkadang org pernah gagal tpi ku punya prinsip kegagalan adalah awal kesuksesan

    BalasHapus
  12. aku akan segera menyusul sebagai orang yang sukses ,,,,,,,,amin

    BalasHapus
  13. sukses ane menyusul taun depan

    BalasHapus
  14. Purdi e Chandra bilang "Seorang pengusaha sukses tidak ditentukan gelar sama sekali. Inilah yang dipercaya Purdi ketika baru membangun usahanya" ini gak sinkron kenapa beliau buka bimbingan belajar utk masuk perguruan tinggi negeri, tapi tidak perlu gelar....welwh weleh...biasa biasa ajalah...
    .

    BalasHapus
  15. SUKSES UY!! Hidup kita!! ha ha..sukses bang brow untuk kitahh...Aminnnn

    BalasHapus
  16. memang benar tanpa ijazah bisa aja berhasil ! tetapi yg namanya legalitas harus dong ! bisa kacau dunia ini tanpa legalitas yg jelas !

    BalasHapus