Selasa, 19 Juni 2012

Bos vs Karyawan (Untuk Atasan)

Pengusaha vs Karyawan


Atasan vs Bawahan


Jika anda seorang bos, pengusaha, atau atasan apapun sebutannya. Dan anda merasakan kejengkelan karena pegawai anda tidak becus dalam bekerja, sering terlambat masuk kerja atau meeting, ataupun segala keburukannya dalam hal kerja atau attitude personalnya nada tidak suka. Apapun itu. Pikirkanlah baik-baik kata-kata di bawah ini.

Untuk Para Bos:


1. Bersyukurlah orang itu mau bekerja dengan anda.
Masih banyak perusahaan lain yang lebih baik yang mau mempekerjakan dia dengan gaji yang lebih tinggi. Tapi mungkin karena kekurang percayaan diri pegawai anda itu, dia tidak berani keluar dari perusahaan anda. Bersyukurlah.


2. Ambil Cermin
Anda kan atasan dia. Berarti tugas anda dong membimbing dia. Anda tidak dibayar hanya untuk memarahi dia dan komplain melulu. Ajarilah dia cara bekerja yang benar. Tunjukkan anda layak jadi bos atau pemimpin. Kalau bisanya cuma marah-marah, nenek saya jauh lebih baik dari anda. Sekali lagi bercermin. INTROPEKSI, apa yang dapat anda lakukan?

3. Berilah dia penghargaan.
Tidak harus berupa uang. Saya sering merasa sangat berterima kasih kepada atasan saya pada saat dia mengucapkan "terima kasih" kepada saya atas kerja yang memang sudah kewajiban saya. Saya juga merasa sangat senang jika atasan saya mau mengajari saya banyak hal terutama yang menyangkut keahlian dalam bekerja, keahlian komputer misalnya. Sekali-kali bolehlah traktir dia makan di luar, kalau bisa jangn cuma satu orang, tapi beberapa bawahan anda. Syukuri kelebihan rezeki anda dari mereka, caranya bukan dengan bersyukur doang. Tapi senangkan mereka dengan: Traktiran Semua orang suka ditraktir. :)

4. Pecat Saja Dia!
Jika anda sebagai bos atau pengusaha merasa pegawai anda itu tidak layak bekerja untuk anda, mengapa tidak membuka lowongan atau mencari pegawai baru yang kriterianya sesuai dengan apa yang anda cari atau inginkan? Mengapa harus merasakan sesak di dada karena setiap hari marah-marah? Berhenti mengeluh! Pecat saja karyawan anda itu. Biarkan dia bebas melakukan yang jauh lebih baik daripada jadi pecundang di perusahaan anda. Mungkin dia akan jauh lebih maju di luar sana. Mungkin dengan dipecat dia akan bisa sukses seperti kisah Sandiaga Uno yang jadi pengusaha besar karena dipecat pada saat krisis moneter. Mengapa tidak? Mungkin saja suatu saat dia akan berterima kasih kepada anda karena sudah memberikan kesempatan kepada dia walau secara terpaksa untuk mencari jalan penghidupan yang lebih baik. Maka jangan ragu-ragu, jika dia tidak bisa memperbaiki diri, pecatlah.

5. Berterima kasih kepada Tuhan dan semua pihak.
Anda dapat bersyukur dengan sangat atas anugerah Tuhan yang menjadikan anda di posisi yang jauh lebih baik daripada bawahan anda. Anda dapat berterima kasih kepada orang tua, karena mereka telah menyekolahkan anda dengan baik sehingga anda dapat menajdi bos. Berterima kasihlah kepada guru-guru dan dosen anda yang membimbing anda memilki karakter pemimpin. Berterima kasihlah kepada  atasan anda dulu yang mau menerima anda bekerja di perusahaan. Atau jika anda seorang pengusaha/ wiraswasta, berterima kasihlah pada bank-bank yang mempercayakan dana mereka agar dapat anda gunakan membangun usaha anda. Berterima kasihlah kepada semua pegawai anda yang sudah mau bekerja untuk anda dan menghasilkan layanan jasa atu produk yang baik bagi perusahaah. Berterima kasihlah kepada para konsumen atau klien yang sudah membeli produk anda. Berterima kasihlah pada semua pihak baik itu individu ataupun instansi yang sudah mendukun jalannya bisnis anda.

6. Sudah melakukan no. 1-5?
Jika belum, berarti anda pantas dapat bawahan berengsek. Atau anda tidak layak jadi bos. Kembalilah lagi jadi pegawai supaya anda tahu rasanya dimarah-marahi atau diperlakukan semena-mena oleh atasan anda. Maaf, tapi itu benar. Coba saja merenung apa salah anda? Tidak ada akibat jika tidak ada penyebab. Berpikirlah dengan tenang. Jiwa kepemimpinan itu tenang, bukan  gerusah-gerusuh. Pemimpin itu harus punya jiwa pemenang, jika tidak kembali saja jadi bawahan, anda tidak pantas jadi pemimpin.

Saya tidak bermaksud menceramahi anda, tidak bermaksud menghinna atau menyepelekan anda. Saya hanya berusaha menyampaikan suara-suara yang mungkin selama ini tidak kedengaran oleh anda.

Maaf kalau ada kata-kata yang menyinggung atau kurang berkenan.

Terima kasih.


Baca juga: Karyawan vs Bos (untuk karyawan)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar