Kamis, 31 Mei 2012

Berilah Pikiran Kita "Makanan" yang Bergizi | Motivasi Diri



Apa Yang Kita Konsumsi Itulah Kita!



Seseorang yang dominan memakan sayuran dan buah-buahan (vegetarian) umumnya memiliki aroma tubuh yang lebih baik dibanding mereka yang lebih banyak mengkonsumsi daging. Seseorang yang dominan minum minuman berakohol cenderung memiliki “attitude” yang kurang dapat mengendalikan perilakunya secara bijaksana.

Kita sangat banyak dipengaruhi apa yang kita konsumsi. Dan yang saya maksud dengan mengkonsumsi di sini bukan hanya terbatas dari apa yang kita masukkan ke mulut kita, namun yang terpenting adalah apa yang kita masukkan ke PIKIRAN kita.

Jika kita dominan mendengarkan kebencian yang disampaikan orang-orang di sekitar kita pada saat yang sama kita menyetujui kebencian tersebut dengan turut merasakan kebencian, maka hidup kita secara logis akan dipenuhi hal-hal yang kita benci. Sebagai contoh, jika kita dikelilingi orang-orang yang suka menceritakan aib orang lain dan pada saat yang sama kita menyetujuinya dengan turut membenci orang yang diceritakan keburukannya tersebut, kita mengundang keburukan itu datang ke diri kita dan kehidupan kita.

Namun, jika kita tidak menyetujui ucapan orang-orang yang menceritakan keburukan orang lain dengan membenci orang yang menceritakan aib tersebut, itu juga berarti kita membenci si “pembicara” tersebut.

Sikap yang dapat kita ambil jika kita sering mengalami kejadian yang banyak terjadi seperti ini adalah:

1. Tidak mengijinkan diri kita turut membenci orang yang sedang diceritakan keburukannya tersebut beserta perilakunya. Cintai sesama tanpa syarat.

2. Tidak membenci orang yang membicarakan keburukan orang lain tersebut, dan tidak juga membenci perilakunya. Jangan memberikan perasaan apapun pada hal-hal yang kita tidak senangi.

3. Jika bisa tanpa menyinggung si pembicara, alihkanlah topik pembicaraan. Jika tidak bisa, diam. (Ini yang saya sering lakukan)

Ingatlah:

“Kebencian tidak dapat dipadamkan dengan kebencian. Kebencian dipadamkan dengan cinta, kasih.”


Apa yang layak kita konsumsi untuk pikiran kita?


Kita dapat mengisi waktu kita sepanjang hari dengan mengkonsumsi bacaan yang memicu kita untuk dominan merasakan kebahagiaan.

1. Daripada membaca berita tentang korupsi bacalah berita tentang pejabat yang memperjuangkan kesejahteraan warganya.

2. Daripada membaca berita tentang tawuran anak SMA, bacalah tentang anak SMA yang mendominasi emas di olimpiade sains tingkat dunia.

3. Daripada membaca berita tentang kelaparan orang-orang miskin, bacalah berita tentang orang miskin yang berjuang memperbaiki hidupnya dan sekarang menjadi tidak kelaparan lagi!

4. Daripada membaca cerita tentang tomcat, ketakutan, kesedihan, kebencian, dan penghakiman, bacalah cerita motivasi yang dapat menginspirasi kita agar menemukan makna lain pada suatu peristiwa dibanding apa yang kebanyakan orang pikirkan.

5. a. Daripada  menonton berulang-ulang berita tentang bencana dan kecelakaan pesawat, ambillah wudhu dan berdoalah untuk para korban dan keluarga yang ditinggalkan.

b. Daripada berkata “kasihan” pada para korban gempa, ambilah kartu ATM dan transferlah sejumlah uang. Jika tidak bisa, diam.

6. Daripada menghujat artis dangdut koplo dan Lady Gaga, didiklah anak kita agar berpakaian yang sopan.

7. Daripada menyalahkan anak kita yang memiliki prestasi buruk di sekolah, ambillah cermin dan bertanyalah pada diri sendiri: “Apa kekurangan saya sebagai orang tua?” dan “Bagaimana cara saya dapat membimbing anak saya menjadi lebih baik?”

8. Daripada membenci anggota DPR yang tidur saat sidang, ambilah cermin dan bertanya pada diri sendiri: “Apa yang dapat saya lakukan untuk negeri ini?”

Cerita Motivasi
Baca Selengkapnya - Berilah Pikiran Kita "Makanan" yang Bergizi | Motivasi Diri

Sabtu, 19 Mei 2012

Bahasa Indonesia: Penggunaan Kosakata Serapan

Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia


Bahasa Indonesia yang berakar dari Bahasa Melayu Riau dan diperkaya oleh kosakata dari bahasa-bahasa daerah lainnya ditambah dengan sekian banyak kosakata bahasa-bahasa asing adalah satu dari jati diri kita sebagai satu bangsa terbesar ke-4 di dunia.

Orang-orang Indonesia

Kosakata Serapan dari Bahasa Asing

Sebagai bahasa yang masih mengalami banyak perkembangan, Bahasa Indonesia termasuk bahasa yang paling aktif menyerap kosakata dari bahasa asing. Kosakata bahasa asing yang paling banyak diserap ke dalam kosakata Bahasa Indonesia pun mengikuti perkembangan sejarah.

Bahasa Sansekerta


Bahasa Sansekerta yang didukung oleh perkembangan kebudayaan India terutama Hindu dan Buddha adalah bahasa asing pertama yang paling mempengaruhi perkembangan bahasa-bahasa di Nusantara pada masa sebelum perkembangan pesat Islam di Indonesia. Karena peradaban Hindu-Buddha begitu mengakar di Nusantara selama lebih dari 1000 tahun maka kosakata dari Bahasa Sansekerta pun nyaris tidak dianggap berasal dari kebudayaan luar, melainkan berpadu dengan budaya Nusantara sendiri. Seperti saat kita mengacu pada Bahasa Jawa Kuno.
Bahkan di masa setelah kemerdekaan Indonesia saat ini, kosakata Bahasa Sansekerta banyak sekali digunakan untuk istilah-istilah yang benar-benar baru dalam merujuk sesuatu yang sebenarnya baru ada pada masa kini. Seperti kata-kata yang mengandung unsur kata: wisma, pramu, griya, graha, dsb. Konsep “pramugari” kan baru ada pada masa kini. Namun karena kosa kata yang berasal dari Bahasa Sansekerta dianggap memiliki keunggulan dari kekayaan kosakata dan nilai “rasa” yang baik dan sopan, maka kosa kata dari bahasa ini banyak dipilih oleh para ahli bahasa kita. Dalam hal ini saya sangat setuju.

Bahasa Arab


Sesuai perkembangan Islam yang begitu pesat menggeser peradaban Hindu dan Buddha di Indonesia, maka semakin banyak pula kosakata serapan yang diambil dari Bahasa Arab sebagai bahasa pemersatu umat Islam. Penyebab utama adalah konsep. Ada banyak konsep ajaran Islam yang memang hanya sesuai untuk diungkapkan dengan istilah dari Bahasa Arab. Namun ada banyak juga sebanarnya kosakata kita sehari-hari yang berasal dari bahasa Arab. Seperti: kursi, fakir, sedekah, rezeki, dsb.
Kosakata Bahasa Arab sangat mempengaruhi perkembangan Bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia yang kita kenal sekarang tentu akan sangat berbeda jika tidak menyerap sekian banyak kosakata dari Bahasa Sansekerta dan Bahasa Arab. Kedua bahasa ini adalah bahasa-bahasa asing yang banyak kosakatanya tidak dianggap asing oleh orang Indonesia.

Bahasa Asing Lainnya (Belanda, Portugis, Dialek-dialek Mandarin, dsb)


Mungkin jika kita mendengar kosakata serapan dari bahasa-bahasa asing selain Bahasa Sansekerta dan Arab, kita lebih sadar bahwa kosakata tersebut adalah kosakata serapan. Ada banyak juga sih, kosakata yang sudah sangat Indonesia, seperti:
Dari Bahasa Belanda: supir (chauffeur), apel (appel), bioskop (bioscoop), buku (boek), rokok (roken)
Dari Bahasa Portugis: bendera (bandeira), gereja (igreja), kamar (camara), nina (spt. dalam “nina bobo”) (menina): anak perempuan kecil
Dari Bahasa Tionghoa: bakso, kuli (苦力), gincu (胭脂=pewarna), mangkok (碗鍋), mi (面)
Rujukan: Wikipedia

Bahasa Inggris


Karena masa penyerapannya yang paling mendekati masa kini, jelas kosakata serapan dari Bahasa Inggris adalah yang paling mudah untuk kita kenali sebagai kosakata serapan. Seperti: kualitas, download, upload, presiden, komputer, ponsel, kabel, motor, dsb. Sebenarnya semua bahasa pun saling menyerap kosakata dari bahasa lain untuk saling melengkapi perbendaharaan, tak terkecuali Bahasa Inggris.
Jelas ada sangat banyak istilah yang memang harus menyerap kosakata Bahasa Inggris karena perkembangan teknologinya memang berasal dari negara yang menggunakan Bahasa Inggris. Dan ada banyak sekali istilah bahasa Inggris yang terdengar agak rancu jika kita cari padanannya dari kosakata Bahasa Indonesia. Seperti komputer, apa coba padanannya yang tepat dalam Bahasa Indonesia? Mungkin hanya dapat kita berikan definisi namun bukan satu kata yang dapat menggambarkan benda tersebut.
Ada banyak usaha untuk mengganti padanan kosakata Bahasa Inggris menjadi lebih Indonesia. Seperti: download menjadi unduh, upload menjadi unggah, online menjadi daring (dalam jaringan). Dua istilah pertama mungkin sudah mulai akrab kita gunakan padanan Bahasa Indonesianya. Namun istilah “online” jika diganti menjadi “daring” kok jadi agak kurang dimengerti ya apa artinya.
Sebenarnya kita tidak perlu memaksa mengganti kosakata dari Bahasa Inggris menjadi kosakata yang lebih Indonesia. Terutama yang digunakan untuk dalam dunia teknologi. Bukan mempermudah para pengguna teknologi untuk dapat lebih mengerti, namun justru lebih mempersulit. Karena perkembangan teknologi jauh lebih cepat dari perkembangan kebudayaan manusia lainnya. Jadi jika kita menghabiskan waktu untuk meng”Indonesia“kan istilah-istilah teknologi yang dominan berasal dari Bahasa Inggris, kita sebagai bangsa akan terus tertinggal dalam hal teknologi.

Penggunaan Kosakata Serapan yang Tidak Perlu


Ada kekurangtahuan kita dalam berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Mungkin ada sedikit ego yang ingin menunjukan bahwa kosakata yang kita miliki adalah lebih baik dari lawan bicara.
Ada banyak kata serapan dari Bahasa Asing yang sebenarnya sangat tidak diperlukan dimasukkan ke dalam Bahasa Indonesia. Selain karena sudah ada kosakata Bahasa Indonesia untuk konsep-konsep itu, ada banyak dari kosakata tersebut yang kurang dimengerti orang Indonesia.
Kata “kualitas” sebenarnya tidak perlu diserap karena kata “mutu” sudah mewakili konsep tersebut. Kata “jumlah” adalah lebih baik dari “kuantitas”. Kata talent atau “talenta” tidak perlu diserap karena Bahasa Indonesia sudah memiliki kata “bakat“. Kata “perputaran” tidak perlu diganti dengan “sirkulasi“. Kata “rekan” itu lebih baik dari kata serapan “kolega“.
Kata-kata yang membuat pusing pendengar sebaiknya tidak digunakan, karena kita dapat menggunakan kosakata Bahasa Indonesia yang sudah ada. Seperti kata: sporadis, anomali,  akselerasi, akseptasi, diferensiasi, diskredit, impresif, dsb.
Tidak perlu kita menggunakan kosakata serapan dari bahasa asing jika sebenarnya telah ada kosakata untuk kosep tersebut dalam Bahasa Indonesia. Apalagi kosakata dalam Bahasa Indonesianya lebih baik, lebih singkat, dan lebih dimengerti lebih banyak orang. Untuk apa hanya karena alasan ego untuk menunjukkan bahwa diri kita itu lebih pintar dari pihak pendengar kita menggunakan kosakata yang hanya sedikit orang yang mengerti.
Kosakata serapan itu ya kita gunakan jika memang kosakata Bahasa Indonesia yang ada tidak dapat menjelaskan dengan baik konsep yang kita maksud.


Teddy Amry
Baca Selengkapnya - Bahasa Indonesia: Penggunaan Kosakata Serapan

Senin, 07 Mei 2012

Biografi Albert Einstein : Ilmuwan Modern Paling Berpengaruh di Dunia

Biografi Singkat Albert Einstein



Albert Einstein (14 Maret 1879–18 April 1955) adalah seorang ilmuwan fisika teoretis yang dipandang luas sebagai ilmuwan terbesar dalam abad ke-20. Dia mengemukakan teori relativitas dan juga banyak menyumbang bagi pengembangan mekanika kuantum, mekanika statistik, dan kosmologi. Dia dianugerahi Penghargaan Nobel dalam Fisika pada tahun 1921 untuk penjelasannya tentang efek fotoelektrik dan "pengabdiannya bagi Fisika Teoretis". Setelah teori relativitas umum dirumuskan, Einstein menjadi terkenal ke seluruh dunia, pencapaian yang tidak biasa bagi seorang ilmuwan. Di masa tuanya, keterkenalannya melampaui ketenaran semua ilmuwan dalam sejarah, dan dalam budaya populer, kata Einstein dianggap bersinonim dengan kecerdasan atau bahkan jenius.

Wajahnya merupakan salah satu yang paling dikenal di seluruh dunia. Pada tahun 1999, Einstein dinamakan "Orang Abad Ini" oleh majalah Time. Kepopulerannya juga membuat nama "Einstein" digunakan secara luas dalam iklan dan barang dagangan lain, dan akhirnya "Albert Einstein" didaftarkan sebagai merk dagang. Untuk menghargainya, sebuah satuan dalam fotokimia dinamai einstein, sebuah unsur kimia dinamai einsteinium, dan sebuah asteroid dinamai 2001 Einstein.

1. Masa muda dan universitas


Einstein dilahirkan di Ulm di Württemberg, Jerman; sekitar 100 km sebelah timur Stuttgart. Bapaknya bernama Hermann Einstein, seorang penjual ranjang bulu yang kemudian menjalani pekerjaan elektrokimia, dan ibunya bernama Pauline. Mereka menikah di Stuttgart-Bad Cannstatt. Keluarga mereka keturunan Yahudi; Albert disekolahkan di sekolah Katholik dan atas keinginan ibunya dia diberi pelajaran biola. Pada umur lima, ayahnya menunjukkan kompas kantung, dan Einstein menyadari bahwa sesuatu di ruang yang "kosong" ini beraksi terhadap jarum di kompas tersebut; dia kemudian menjelaskan pengalamannya ini sebagai salah satu saat yang paling menggugah dalam hidupnya. Meskipun dia membuat model dan alat mekanik sebagai hobi, dia dianggap sebagai pelajar yang lambat, kemungkinan disebabkan oleh dyslexia, sifat pemalu, atau karena struktur yang jarang dan tidak biasa pada otaknya (diteliti setelah kematiannya).

Di waktu kecilnya Albert Einstein nampak terbelakang karena kemampuan bicaranya amat terlambat. Wataknya pendiam dan suka bermain seorang diri. Bulan November 1981 lahir adik perempuannya yang diberi nama Maja. Sampai usia tujuh tahun Albert Einstein suka marah dan melempar barang, termasuk kepada adiknya.

Minat dan kecintaannya pada bidang ilmu fisika muncul pada usia lima tahun. Ketika sedang terbaring lemah karena sakit, ayahnya menghadiahinya sebuah kompas. Albert kecil terpesona oleh keajaiban kompas tersebut, sehingga ia membulatkan tekadnya untuk membuka tabir misteri yang menyelimuti keagungan dan kebesaran alam.

Meskipun pendiam dan tidak suka bermain dengan teman-temannya, Albert Einstein tetap mampu berprestasi di sekolahnya. Raportnya bagus dan ia menjadi juara kelas. Selain bersekolah dan menggeluti sains, kegiatan Albert hanyalah bermain musik dan berduet dengan ibunya memainkan karya-karya Mozart dan Bethoveen.

Albert menghabiskan masa kuliahnya di ETH (Eidgenoessische Technische Hochscule). Pada usia 21 tahun Albert dinyatakan lulus. Setelah lulus, Albert berusaha melamar pekerjaan sebagai asisten dosen, tetapi ditolak. Akhirnya Albert mendapat pekerjaan sementara sebagai guru di SMA. Kemudian dia mendapat pekerjaan di kantor paten di kota Bern. Selama masa itu Albert tetap mengembangkan ilmu fisikanya..

Dia kemudian diberikan penghargaan untuk teori relativitasnya karena kelambatannya ini, dan berkata dengan berpikir dalam tentang ruang dan waktu dari anak-anak lainnya, dia mampu mengembangkan kepandaian yang lebih berkembang. Pendapat lainnya, berkembang belakangan ini, tentang perkembangan mentalnya adalah dia menderita Sindrom Asperger, sebuah kondisi yang berhubungan dengan autisme. Einstein mulai belajar matematika pada umur dua belas tahun. Ada gosip bahwa dia gagal dalam matematika dalam jenjang pendidikannya, tetapi ini tidak benar; penggantian dalam penilaian membuat bingung pada tahun berikutnya. Dua pamannya membantu mengembangkan ketertarikannya terhadap dunia intelek pada masa akhir kanak-kanaknya dan awal remaja dengan memberikan usulan dan buku tentang sains dan matematika. Pada tahun 1894, dikarenakan kegagalan bisnis elektrokimia ayahnya, Einstein pindah dari Munich ke Pavia, Italia (dekat Milan). Albert tetap tinggal untuk menyelesaikan sekolah, menyelesaikan satu semester sebelum bergabung kembali dengan keluarganya di Pavia. Kegagalannya dalam seni liberal dalam tes masuk Eidgenössische Technische Hochschule (Institut Teknologi Swiss Federal, di Zurich) pada tahun berikutnya adalah sebuah langkah mundur;j dia oleh keluarganya dikirim ke Aarau, Swiss, untuk menyelesaikan sekolah menengahnya, di mana dia menerima diploma pada tahun 1896, Einstein beberapa kali mendaftar di Eidgenössische Technische Hochschule. Pada tahun berikutnya dia melepas kewarganegaraan Württemberg, dan menjadi tak bekewarganegaraan.

Pada 1898, Einstein menemui dan jatuh cinta kepada Mileva Maric, seorang Serbia yang merupakan teman kelasnya (juga teman Nikola Tesla). Pada tahun 1900, dia diberikan gelar untuk mengajar oleh Eidgenössische Technische Hochschule dan diterima sebagai warga negar Swiss pada 1901. Selama masa ini Einstein mendiskusikan ketertarikannya terhadap sains kepada teman-teman dekatnya, termasuk Mileva. Dia dan Mileva memiliki seorang putri bernama Lieserl, lahir dalam bulan Januari tahun 1902. Lieserl, pada waktu itu, dianggap tidak legal karena orang tuanya tidak menikah.

2. Kerja dan Gelar Doktor


Pada saat kelulusannya Einstein tidak dapat menemukan pekerjaan mengajar, keterburuannya sebagai orang muda yang mudah membuat marah professornya. Ayah seorang teman kelas menolongnya mendapatkan pekerjaan sebagai asisten teknik pemeriksa di Kantor Paten Swiss dalah tahun 1902. Di sana, Einstein menilai aplikasi paten penemu untuk alat yang memerlukan pengatahuan fisika. Dia juga belajar menyadari pentingnya aplikasi dibanding dengan penjelasan yang buruk, dan belajar dari direktur bagaimana "menjelaskan dirinya secara benar". Dia kadang-kadang membetulkan desain mereka dan juga mengevaluasi kepraktisan hasil kerja mereka. Einstein menikahi Mileva pada 6 Januari 1903. Pernikahan Einstein dengan Mileva, seorang matematikawan, adalah pendamping pribadi dan kepandaian; Pada 14 Mei 1904, anak pertama dari pasangan ini, Hans Albert Einstein, lahir. Pada 1904, posisi Einstein di Kantor Paten Swiss menjadi tetap. Dia mendapatkan gelar doktor setelah menyerahkan thesis "Eine neue Bestimmung der Moleküldimensionen" ("On a new determination of molecular dimensions") dalam tahun 1905 dari Universitas Zürich.

Tahun 1905 adalah tahun penuh prestasi bagi Albert, karena pada tahun ini ia menghasilkan karya-karya yang cemerlang. Berikut adalah karya-karya tersebut:

Maret: paper tentang aplikasi ekipartisi pada peristiwa radiasi, tulisan ini merupakan pengantar hipotesa kuantum cahaya dengan berdasarkan pada statistik Boltzmann. Penjelasan efek fotolistrik pada paper inilah yang memberinya hadiah Nobel pada tahun 1922.

April : desertasi doktoralnya tentang penentuan baru ukuran-ukuran molekul. Einstein memperoleh gelar PhD-nya dari Universitas Z�rich.

Mei : papernya tentang gerak Brown.

Juni : Papernya yang tersohor, yaitu tentang teori relativitas khusus, dimuat Annalen der Physik dengan judul Zur Elektrodynamik bewegter K�rper (Elektrodinamika benda bergerak).

September : kelanjutan papernya bulan Juni yang sampai pada kesimpulan rumus termahsyurnya : E = mc2, yaitu bahwa massa sebuah benda (m) adalah ukuran kandungan energinya (E). c adalah laju cahaya di ruang hampa (c >> 300 ribu kilometer per detik). Massa memiliki kesetaraan dengan energi, sebuah fakta yang membuka peluang berkembangnya proyek tenaga nuklir di kemudian hari. Satu gram massa dengan demikian setara dengan energi yang dapat memasok kebutuhan listrik 3000 rumah (berdaya 900 watt) selama setahun penuh, suatu jumlah energi yang luar biasa besarnya

Di tahun yang sama dia menulis empat artikel yang memberikan dasar fisika modern, tanpa banyak sastra sains yang dapat ia tunjuk atau banyak kolega dalam sains yang dapat ia diskusikan tentang teorinya. Banyak fisikawan setuju bahwa ketiga thesis itu (tentang gerak Brownian), efek fotoelektrik, dan relativitas spesial) pantas mendapat Penghargaan Nobel. Tetapi hanya thesis tentang efek fotoelektrik yang mendapatkan penghargaan tersebut. Ini adalah sebuah ironi, bukan hanya karena Einstein lebih tahu banyak tentang relativitas, tetapi juga karena efek fotoelektrik adalah sebuah fenomena kuantum, dan Einstein menjadi terbebas dari jalan dalam teori kuantum.

Yang membuat thesisnya luar biasa adalah, dalam setiap kasus, Einstein dengan yakin mengambil ide dari teori fisika ke konsekuensi logis dan berhasil menjelaskan hasil eksperimen yang membingungkan para ilmuwan selama beberapa dekade. Dia menyerahkan thesis-thesisnya ke "Annalen der Physik". Mereka biasanya ditujukan kepada "Annus Mirabilis Papers" (dari Latin: Tahun luar biasa). Persatuan Fisika Murni dan Aplikasi (IUPAP) merencanakan untuk merayakan 100 tahun publikasi pekerjaan Einstein di tahun 1905 sebagai Tahun Fisika 2005.

3. Gerakan Brownian


Di artikel pertamanya di tahun 1905 bernama "On the Motion—Required by the Molecular Kinetic Theory of Heat—of Small Particles Suspended in a Stationary Liquid", mencakup penelitian tentang gerakan Brownian. Menggunakan teori kinetik cairan yang pada saat itu kontroversial, dia menetapkan bahwa fenomena, yang masih kurang penjelasan yang memuaskan setelah beberapa dekade setlah ia pertama kali diamati, memberikan bukti empirik (atas dasar pengamatan dan eksperimen) kenyataan pada atom. Dan juga meminjamkan keyakinan pada mekanika statistika, yang pada saat itu juga kontroversial. Sebelum thesis ini, atom dikenal sebagai konsep yang berguan, tetapi fisikawan dan kimiawan berdebat dengan sengit apakah atom benar suatu benda yang nyata. Diskusi statistik Einstein tentang kelakuan atom memberikan pelaku eksperimen sebuah cara untuk menghitung atom hanya dengan melihat melalui mikroskop biasa. Wilhelm Ostwald, seorang pemimpin sekolah anti-atom, kemudian memberitahu Arnold Sommerfeld bahwa ia telah berkonversi kepada penjelasan komplit Einstein tentang gerakan Brownian.

Tahun 1909, Albert Einstein diangkat sebagai profesor di Universitas Zurich. Tahun 1915, ia menyelesaikan kedua teori relativitasnya. Penghargaan tertinggi atas kerja kerasnya sejak kecil terbayar dengan diraihnya Hadiah Nobel pada tahun 1921 di bidang ilmu fisika. Selain itu Albert juga mengembangkan teori kuantum dan teori medan menyatu.

Pada tahun 1933, Albert beserta keluarganya pindah ke Amerika Serikat karena khawatir kegiatan ilmiahnya - baik sebagai pengajar ataupun sebagai peneliti - terganggu. Tahun 1941, ia mengucapkan sumpah sebagai warga negara Amerika Serikat. Karena ketenaran dan ketulusannya dalam membantu orang lain yang kesulitan, Albert ditawari menjadi presiden Israel yang kedua. Namun jabatan ini ditolaknya karena ia merasa tidak mempunyai kompetensi di bidang itu. Akhirnya pada tanggal 18 April 1955, Albert Einstein meninggal dunia dengan meninggalkan karya besar yang telah mengubah sejarah dunia.

Meskipun demikian, Albert sempat menangis pilu dalam hati karena karya besarnya - teori relativitas umum dan khusus - digunakan sebagai inspirasi untuk membuat bom atom. Bom inilah yang dijatuhkan di atas kota Hiroshima dan Nagasaki saat Perang Dunia II berlangsung.



Sumber: www.biografibiografi.com/2011/08/biografi-albert-einstein-seorang-ilmuan.html


ceritadanwarta
Baca Selengkapnya - Biografi Albert Einstein : Ilmuwan Modern Paling Berpengaruh di Dunia