Jumat, 22 Juni 2012

10 Tips Menghadapi Balita yang Suka Membantah

Cara Menghadapi Balita yang Suka Membantah







Tinggalkan kebiasaan lama cara mengasuh anak yang kurang tepat. Kita adalah orang tua yang tentu saja dibesarkan pada masa yang jauh berbeda dengan anak-anak kita saat ini. Berikut ada 10 tips atau cara yang dapat anda terapkan untuk menghadapi anak (khususnya balita) jika anak tersebut suka membantah:

1.  Responlah dengan humor.
Jangan terpancing untuk marah, apalagi bila anak ngotot melakukan sesuatu yang tidak berbahaya.  Cukup katakan, ”Oh, kamu memasukkan kue ke gelas supaya kuenya berenang ya? Padahal kuenya lebih senang bila berada di perut kamu, lho.”

2. Tetap ingatkan kewajibannya. Untuk hal-hal yang memang harus dilakukan anak, jangan biarkan dia bebas dan ingatkan terus. Semisal tugas membereskan mainan atau menggosok gigi, katakan dengan nada tegas namun tidak berteriak.

3.  Gunakan psikologi terbalik.
Ketika anak menolak mandi, Anda bisa bilang begini, ”Oh, kamu tidak mau mandi. Okey, tidak apa-apa. Biar saja nanti badannya bau dan digigiti nyamuk.” Dengan psikologi terbalik, anak akan berpikir bahwa Anda tidak peduli terhadap reaksinya. Itu akan memancing ia berbuat sebaliknya untuk mendapat respon Anda.

 4. Perintahlah anak dengan nada yang sopan
Misalnya, ”Boleh ibu minta buku kamu?” lebih baik untuk  ego anak daripada nada memerintah seperti “Ayo, bawa sini bukunya!” Ingat: anak anda bukan pesuruh anda. Persiapkan dia untuk menjadi orang dewasa yang berwibawa dan percaya diri. Jangan latih mentalnya sebagai pesuruh walau dia anak anda.

5. Terangkan dengan spesifik apa yang anda ingin dia lakukan.
Misalnya, katakan “Yuk, taruh bonekamu di dalam kotaknya,” daripada “Ayo, kembalikan mainannya!”

6. Ajarkan anak kata-kata  untuk mengekspresikan perasaan. Terkadang anak memberondong  Anda dengan kata "tidak"  hanya untuk menunjukkan perasaan tidak senang, protes, atau  marah pada sesuatu. Coba cek dengan bertanya padanya, ”Kamu lagi marah, ya? Apa yang membuat kamu marah? Coba bilang sama Bunda." Lalu, dengarkan perkataan anak sambil membantunya memilih kata-kata.

7. Singkirkan ego anda.
Lupakan sifat bossy Anda. Tidak ada orang yang senang diperintah, bukan? Karena itu, wajar jika anak  menolak duduk di car seat karena nada perintah Anda seperti diktator: "Duduk di kursimu!". Lebih efektif bila menyampaikan instruksi secara bersahabat, namun jelaskan konsekuensi bila anak melanggar, misalnya, “Okey, kita sudah duduk di mobil. Tapi kamu harus  duduk di kursimu, supaya kalau ibu merem mendadak, kamu tidak mental".  Jangan lupa, nada suara juga penting. Tidak perlu berteriak atau membentak.

 8.  Alihkan perhatiannya ketimbang melarang.
illustrasi: Suatu hari, Alya bermain-main dengan gelas minumannya. Berkali-kali ia memasukkan kue, permen dan lainnya, ke dalam gelas. Dua puluh kali bundanya mengatakan ‘jangan’, tidak mempan. Akhirnya, bunda Alya menyadari bahwa kata ‘jangan’ tidak bisa digunakan untuk membuat Alya menghentikan tindakan impulsifnya. Ia pun mengalihkan perhatian Alya dengan melakukan aktivitas yang mirip, seperti memberi makan ikan di akurium atau bermain dengan bebek-bebek plastik di bak mandi. Berhasil!  


9. Berikan kata positif dengan kata awal yang mengandung konotasi negatif.
Misalnya, “Kamu tidak boleh main pisau, tapi kamu boleh main bola.” Atau “Kamu tidak boleh menyeberang jalan sendiri tapi kamu boleh menemani Mama menyeberang jalan.” Gunakan ekspresi meyakinkan untuk menekankan bahwa ia boleh melakukan sesuatu  tetapi dalam cara yang positif. Ini adalah cara kreatif dalam memberi anak pilihan tanpa melarangnya terus-menerus.  


10.  Daripada melarangnya lebih baik menyuruhnya melakukan kebalikannya.
Contoh: Daripada melarangnya untuk bohong ajari dia berkata jujur. Daripada melarangnya bermalas-malasan, ajari dia untuk rajin (tentunya anda harus rajin duluan)


Cari kata spesifik selain “jangan”,  untuk mencegah aktifitas yang membahayakan anak. Misalnya, ketika dia bermain-main dengan tempat sampah, reaksi Anda mungkin mengatakan “Jangan!”.  Cobalah memilih kata lain yang lebih efektif, misalnya, “Hi, jijik! Main kotak sampah bisa membuatmu sakit.”  Katakan dengan ekspresi yang mendukung.
Angie T.Cranor, Ph.D, asisten professor dari jurusan perkembangan di universitas North Carolina di Greensboro, AS, mengatakan, daripada melarang anak untuk melakukan sesuatu,  lebih baik minta dia melakukan sesuatu. Kalimat seperti “Jangan berguling di lantai dengan baju barumu” dapat memancing argumentasi. Lebih baik katakan,  “Coba kamu duduk di kursi, supaya baju baru kamu tidak kotor.” 


Referensi: http://www.ayahbunda.co.id/artikel/Balita/Tips/hadapi.balita.yang.suka.membantah/001/005/975/2


Baca juga: 
1. Belajar Dari Bayi: Ketangguhan
2. Balita Lebih Senang Memberi Daripada Menerima
 
 
   
Baca Selengkapnya - 10 Tips Menghadapi Balita yang Suka Membantah

Kamis, 21 Juni 2012

Sulung Bungsu (Versi 2)


Sulung Bungsu


Ada sebuah keluarga yang hidupnya sangat miskin. Keluarga ini memiliki 2 orang putra. Anak pertama, sebut saja si sulung, dan yang ke dua, sebut saja si bungsu.

Karena penghasilan ayah mereka sebagai kepala keluarga sangat tidak mencukupi, si ibu pun terpaksa membantu pemasukan keuangan keluarga dengan bekerja mencuci baju di rumah-rumah keluarga lain yang hidupnya lebih makmur. Setiap hari sang ayah yang hanya bekerja sebagai kuli serabutan selalu mengeluh tentang betapa susahnya hidup. Dia menyalahkan nasib yang menurutnya berpihak hanya kepada orang-orang kaya.

Kedua anak tersebut pun hampir setiap hari menyaksikan orang tua mereka bertengkar karena uang, karena kekurangan uang. Si sulung berkata dalam hatinya, "Mungkin sudah nasibku seperti ini, susah dalam hidup." Namun berbeda jauh dengan sang kakak, si bungsu ini berkata dalam hatinya, "Orang tuaku hidupnya sangat susah, aku harus hidup jauh lebih makmur dari kebanyakan orang supaya kelak aku bisa mencukupi seluruh kebutuhan keluargaku."

Tahun berganti, waktu pun telah merubah 2 anak ingusan tadi menjadi 2 pelajar SMP. Anak tertua, si sulung,  memutuskan untuk berhenti sampai kelas 2 SMP karena dia merasa tidak ada gunanya melanjutkan sekolah hingga tamat karena toh apa yang sudah ditakdirkan Tuhan tidak akan bisa berubah bahwa nasib mereka adalah menjadi orang-orang miskin. Mereka tidak punya kerabat atau kenalan orang-orang kaya atau koneksi yang dapat membantu untuk menjadi orang-orang sukses.

Sementara si adik, sama pikirannya untuk mengakhiri pendidikannya hanya sampai tamat SMP. Dia tak tega melihat kedua orang tuanya bekerja keras hanya untuk hidup pas-pasan. Namun si adik ini berpikir, "Aku tidak bisa kaya jika aku mengharapkan bekerja sebagai kuli, aku harus berdagang, siapa tahu aku bisa sukses seperti para pemilik toko itu."


Sesuai hadis Nabi Muhammad SAW:
"Sembilan dari sepuluh pintu rizki ada pada perdagangan"

Hadits ini diriwayatkan oleh: Imam As Suyuthi dalam Al Jami’ Ash Shaghir, 1/130, dari Nu’aim bin Abdurrahman dan Jabir Ath Tha’i secara mursal.


Setelah 7 tahun berselang. Si sulung telah menikah dan mengulangi penderitaan kedua orang tuanya dulu. Yaitu: Bertengkar hampir setiap hari dengan istrinya hanya karena masalah uang dalam jumlah yang relatif sedikit. Ibu mereka pun sering berkunjung ke rumah si sulung ini untuk memberikan sedikit wejangan kepada anak dan menantunya. Ibunya sedih karena nasib anak sulungnya ini mirip seperti kehidupannya dulu.

Sang adik, si bungsu mengalami hidup yang jauh berbeda, lebih makmur dibanding sang kakak. Setelah 3 tahun menjadi pedagang keliling, akhirnya ia memutuskan untuk membuka toko sendiri di sebuah pasar. Dan berkat ketekunannya sekarang ia telah memiliki 2 toko serupa di pasar lainnya. "Sungguh berbeda keadaan hidup anakku yang bungsu ini", pikir si ibu waktu berkunjung ke toko anaknya yang bungsu itu. Para pembeli ramai dan setia mengantre untuk dilayani. Sebab jam buka toko si anak ini memang cukup panjang dari pagi hingga menjelang senja hari. Pelayanan sang pemilik toko serta karyawan yang jauh lebih ramah dibanding toko-toko lain membuat orang-orang senang berbelanja di sana.


Lalu pertanyaannya: "Siapa yang menentukan hidup anda?"

Quran Surah 13 ayat 11:

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka.” 


Apakah pantas kita menunjuk hidung pemimpin kita di istana negara dan senayan untuk kemiskinan yang kita alami?

Terinspirasi oleh: Sulung dan Bungsu (versi 1)
Baca juga: Bersyukur Bukanlah Tidur

Cerita dan Warta

Baca Selengkapnya - Sulung Bungsu (Versi 2)

Rabu, 20 Juni 2012

Kisah Sukses Bob Sadino


Kisah Sukses Pengusaha Bob Sadino




Latar  Belakang Bob Sadino

Bob Sadino (Lampung, 9 Maret 1933), atau akrab dipanggil om Bob, adalah seorang pengusaha asal Indonesia yang berbisnis di bidang pangan dan peternakan. Ia adalah pemilik dari jaringan usaha Kemfood dan Kemchick. Dalam banyak kesempatan, ia sering terlihat menggunakan kemeja lengan pendek dan celana pendek yang menjadi ciri khasnya. Bob Sadino lahir dari sebuah keluarga yang hidup berkecukupan. Ia adalah anak bungsu dari lima bersaudara. Sewaktu orang tuanya meninggal, Bob yang ketika itu berumur 19 tahun mewarisi seluruh harta kekayaan keluarganya karena saudara kandungnya yang lain sudah dianggap hidup mapan.

Ke Luar Negeri





Bob kemudian menghabiskan sebagian hartanya untuk berkeliling dunia. Dalam perjalanannya itu, ia singgah di Belanda dan menetap selama kurang lebih 9 tahun. Di sana, ia bekerja di Djakarta Lylod di kota Amsterdam dan juga di Hamburg, Jerman. Ketika tinggal di Belanda itu, Bob bertemu dengan pasangan hidupnya, Soelami Soejoed.

Om Bob kembali Ke Indonesia


Pada tahun 1967, Bob dan keluarga kembali ke Indonesia. Ia membawa serta 2 Mercedes miliknya, buatan tahun 1960-an. Salah satunya ia jual untuk membeli sebidang tanah di Kemang, Jakarta Selatan sementara yang lain tetap ia simpan. Setelah beberapa lama tinggal dan hidup di Indonesia, Bob memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya karena ia memiliki tekad untuk bekerja secara mandiri.

Pekerjaan pertama yang dilakoninya setelah keluar dari perusahaan adalah menyewakan mobil Mercedes yang ia miliki, ia sendiri yang menjadi sopirnya. Namun sayang, suatu ketika ia mendapatkan kecelakaan yang mengakibatkan mobilnya rusak parah. Karena tak punya uang untuk memperbaikinya, Bob beralih pekerjaan menjadi tukang batu. Gajinya ketika itu hanya Rp.100. Ia pun sempat mengalami depresi akibat tekanan hidup yang dialaminya.

Om Bob dan Telur Ayam


Suatu hari, temannya menyarankan Bob memelihara ayam untuk melawan depresi yang dialaminya. Bob tertarik. Ketika beternak ayam itulah muncul inspirasi berwirausaha. Bob memperhatikan kehidupan ayam-ayam ternaknya. Ia mendapat ilham, ayam saja bisa berjuang untuk hidup, tentu manusia pun juga bisa.
Sebagai peternak ayam, Bob dan istrinya, setiap hari menjual beberapa kilogram telor. Dalam tempo satu setengah tahun, ia dan istrinya memiliki banyak langganan, terutama orang asing, karena mereka fasih berbahasa Inggris. Bob dan istrinya tinggal di kawasan Kemang, Jakarta, di mana terdapat banyak menetap orang asing.

Tidak jarang pasangan tersebut dimaki pelanggan, babu orang asing sekalipun. Namun mereka mengaca pada diri sendiri, memperbaiki pelayanan. Perubahan drastis pun terjadi pada diri Bob, dari pribadi feodal menjadi pelayan. Setelah itu, lama kelamaan Bob yang berambut perak, menjadi pemilik tunggal super market (pasar swalayan) Kem Chicks. Ia selalu tampil sederhana dengan kemeja lengan pendek dan celana pendek.

Usaha Bob Sadino Mulai Maju


Bisnis pasar swalayan Bob berkembang pesat, merambah ke agribisnis, khususnya holtikutura, mengelola kebun-kebun sayur mayur untuk konsumsi orang asing di Indonesia. Karena itu ia juga menjalin kerjasama dengan para petani di beberapa daerah.

Bob percaya bahwa setiap langkah sukses selalu diawali kegagalan demi kegagalan. Perjalanan wirausaha tidak semulus yang dikira. Ia dan istrinya sering jungkir balik. Baginya uang bukan yang nomor satu. Yang penting kemauan, komitmen, berani mencari dan menangkap peluang.

Di saat melakukan sesuatu pikiran seseorang berkembang, rencana tidak harus selalu baku dan kaku, yang ada pada diri seseorang adalah pengembangan dari apa yang telah ia lakukan. Kelemahan banyak orang, terlalu banyak mikir untuk membuat rencana sehingga ia tidak segera melangkah. “Yang paling penting tindakan,” kata Bob.

Keberhasilan Bob tidak terlepas dari ketidaktahuannya sehingga ia langsung terjun ke lapangan. Setelah jatuh bangun, Bob trampil dan menguasai bidangnya. Proses keberhasilan Bob berbeda dengan kelaziman, mestinya dimulai dari ilmu, kemudian praktik, lalu menjadi trampil dan profesional.

Menurut Bob, banyak orang yang memulai dari ilmu, berpikir dan bertindak serba canggih, arogan, karena merasa memiliki ilmu yang melebihi orang lain.

Sedangkan Bob selalu luwes terhadap pelanggan, mau mendengarkan saran dan keluhan pelanggan. Dengan sikap seperti itu Bob meraih simpati pelanggan dan mampu menciptakan pasar. Menurut Bob, kepuasan pelanggan akan menciptakan kepuasan diri sendiri. Karena itu ia selalu berusaha melayani pelanggan sebaik-baiknya.

Bob menempatkan perusahaannya seperti sebuah keluarga. Semua anggota keluarga Kem Chicks harus saling menghargai, tidak ada yang utama, semuanya punya fungsi dan kekuatan.

Bob Sadino "Anak Guru"


Kembali ke tanah air tahun 1967, setelah bertahun-tahun di Eropa dengan pekerjaan terakhir sebagai karyawan Djakarta Lloyd di Amsterdam dan Hamburg, Bob, anak bungsu dari lima bersaudara, hanya punya satu tekad, bekerja mandiri. Ayahnya, Sadino, pria Solo yang jadi guru kepala di SMP dan SMA Tanjungkarang, meninggal dunia ketika Bob berusia 19.

Modal yang ia bawa dari Eropa, dua sedan Mercedes buatan tahun 1960-an. Satu ia jual untuk membeli sebidang tanah di Kemang, Jakarta Selatan. Ketika itu, kawasan Kemang sepi, masih terhampar sawah dan kebun. Sedangkan mobil satunya lagi ditaksikan, Bob sendiri sopirnya.

Suatu kali, mobil itu disewakan. Ternyata, bukan uang yang kembali, tetapi berita kecelakaan yang menghancurkan mobilnya. ”Hati saya ikut hancur,” kata Bob. Kehilangan sumber penghasilan, Bob lantas bekerja jadi kuli bangunan. Padahal, kalau ia mau, istrinya, Soelami Soejoed, yang berpengalaman sebagai sekretaris di luar negeri, bisa menyelamatkan keadaan. Tetapi, Bob bersikeras, ”Sayalah kepala keluarga. Saya yang harus mencari nafkah.”

Untuk menenangkan pikiran, Bob menerima pemberian 50 ekor ayam ras dari kenalannya, Sri Mulyono Herlambang. Dari sini Bob menanjak: Ia berhasil menjadi pemilik tunggal Kem Chicks dan pengusaha perladangan sayur sistem hidroponik. Lalu ada Kem Food, pabrik pengolahan daging di Pulogadung, dan sebuah ”warung” shaslik di Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta. Catatan awal 1985 menunjukkan, rata-rata per bulan perusahaan Bob menjual 40 sampai 50 ton daging segar, 60 sampai 70 ton daging olahan, dan 100 ton sayuran segar.

”Saya hidup dari fantasi,” kata Bob menggambarkan keberhasilan usahanya. Ayah dua anak ini lalu memberi contoh satu hasil fantasinya, bisa menjual kangkung Rp 1.000 per kilogram. ”Di mana pun tidak ada orang jual kangkung dengan harga segitu,” kata Bob.

Om Bob, panggilan akrab bagi anak buahnya, tidak mau bergerak di luar bisnis makanan. Baginya, bidang yang ditekuninya sekarang tidak ada habis-habisnya. Karena itu ia tak ingin berkhayal yang macam-macam.
Haji yang berpenampilan nyentrik ini, penggemar berat musik klasik dan jazz. Saat-saat yang paling indah baginya, ketika shalat bersama istri dan dua anaknya.

Biodata Bob Sadino


Nama : Bob Sadino
Lahir : Tanjungkarang, Lampung, 9 Maret 1933
Agama : Islam

Pendidikan :
-SD, Yogyakarta (1947)
-SMP, Jakarta (1950)
-SMA, Jakarta (1953)

Karir :
-Karyawan Unilever (1954-1955)
-Karyawan Djakarta Lloyd, Amsterdam dan Hamburg (1950-1967)
-Pemilik Tunggal Kem Chicks (supermarket) (1969-sekarang)
-Dirut PT Boga Catur Rata
-PT Kem Foods (pabrik sosis dan ham)
-PT Kem Farms (kebun sayur)

Alamat Rumah:
Jalan Al Ibadah II/12, Kemang, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan Telp: 793981
Alamat Kantor :
Kem Chicks Jalan Bangka Raya 86, Jakarta Selatan Telp: 793618

Sumber: http://www.pengusahasukses.com/kisah-sukses-pengusaha-bob-sadino.htm

Bob Sadino Wikipedia (English)
Baca Selengkapnya - Kisah Sukses Bob Sadino

Selasa, 19 Juni 2012

Bos vs Karyawan (Untuk Atasan)

Pengusaha vs Karyawan


Atasan vs Bawahan


Jika anda seorang bos, pengusaha, atau atasan apapun sebutannya. Dan anda merasakan kejengkelan karena pegawai anda tidak becus dalam bekerja, sering terlambat masuk kerja atau meeting, ataupun segala keburukannya dalam hal kerja atau attitude personalnya nada tidak suka. Apapun itu. Pikirkanlah baik-baik kata-kata di bawah ini.

Untuk Para Bos:


1. Bersyukurlah orang itu mau bekerja dengan anda.
Masih banyak perusahaan lain yang lebih baik yang mau mempekerjakan dia dengan gaji yang lebih tinggi. Tapi mungkin karena kekurang percayaan diri pegawai anda itu, dia tidak berani keluar dari perusahaan anda. Bersyukurlah.


2. Ambil Cermin
Anda kan atasan dia. Berarti tugas anda dong membimbing dia. Anda tidak dibayar hanya untuk memarahi dia dan komplain melulu. Ajarilah dia cara bekerja yang benar. Tunjukkan anda layak jadi bos atau pemimpin. Kalau bisanya cuma marah-marah, nenek saya jauh lebih baik dari anda. Sekali lagi bercermin. INTROPEKSI, apa yang dapat anda lakukan?

3. Berilah dia penghargaan.
Tidak harus berupa uang. Saya sering merasa sangat berterima kasih kepada atasan saya pada saat dia mengucapkan "terima kasih" kepada saya atas kerja yang memang sudah kewajiban saya. Saya juga merasa sangat senang jika atasan saya mau mengajari saya banyak hal terutama yang menyangkut keahlian dalam bekerja, keahlian komputer misalnya. Sekali-kali bolehlah traktir dia makan di luar, kalau bisa jangn cuma satu orang, tapi beberapa bawahan anda. Syukuri kelebihan rezeki anda dari mereka, caranya bukan dengan bersyukur doang. Tapi senangkan mereka dengan: Traktiran Semua orang suka ditraktir. :)

4. Pecat Saja Dia!
Jika anda sebagai bos atau pengusaha merasa pegawai anda itu tidak layak bekerja untuk anda, mengapa tidak membuka lowongan atau mencari pegawai baru yang kriterianya sesuai dengan apa yang anda cari atau inginkan? Mengapa harus merasakan sesak di dada karena setiap hari marah-marah? Berhenti mengeluh! Pecat saja karyawan anda itu. Biarkan dia bebas melakukan yang jauh lebih baik daripada jadi pecundang di perusahaan anda. Mungkin dia akan jauh lebih maju di luar sana. Mungkin dengan dipecat dia akan bisa sukses seperti kisah Sandiaga Uno yang jadi pengusaha besar karena dipecat pada saat krisis moneter. Mengapa tidak? Mungkin saja suatu saat dia akan berterima kasih kepada anda karena sudah memberikan kesempatan kepada dia walau secara terpaksa untuk mencari jalan penghidupan yang lebih baik. Maka jangan ragu-ragu, jika dia tidak bisa memperbaiki diri, pecatlah.

5. Berterima kasih kepada Tuhan dan semua pihak.
Anda dapat bersyukur dengan sangat atas anugerah Tuhan yang menjadikan anda di posisi yang jauh lebih baik daripada bawahan anda. Anda dapat berterima kasih kepada orang tua, karena mereka telah menyekolahkan anda dengan baik sehingga anda dapat menajdi bos. Berterima kasihlah kepada guru-guru dan dosen anda yang membimbing anda memilki karakter pemimpin. Berterima kasihlah kepada  atasan anda dulu yang mau menerima anda bekerja di perusahaan. Atau jika anda seorang pengusaha/ wiraswasta, berterima kasihlah pada bank-bank yang mempercayakan dana mereka agar dapat anda gunakan membangun usaha anda. Berterima kasihlah kepada semua pegawai anda yang sudah mau bekerja untuk anda dan menghasilkan layanan jasa atu produk yang baik bagi perusahaah. Berterima kasihlah kepada para konsumen atau klien yang sudah membeli produk anda. Berterima kasihlah pada semua pihak baik itu individu ataupun instansi yang sudah mendukun jalannya bisnis anda.

6. Sudah melakukan no. 1-5?
Jika belum, berarti anda pantas dapat bawahan berengsek. Atau anda tidak layak jadi bos. Kembalilah lagi jadi pegawai supaya anda tahu rasanya dimarah-marahi atau diperlakukan semena-mena oleh atasan anda. Maaf, tapi itu benar. Coba saja merenung apa salah anda? Tidak ada akibat jika tidak ada penyebab. Berpikirlah dengan tenang. Jiwa kepemimpinan itu tenang, bukan  gerusah-gerusuh. Pemimpin itu harus punya jiwa pemenang, jika tidak kembali saja jadi bawahan, anda tidak pantas jadi pemimpin.

Saya tidak bermaksud menceramahi anda, tidak bermaksud menghinna atau menyepelekan anda. Saya hanya berusaha menyampaikan suara-suara yang mungkin selama ini tidak kedengaran oleh anda.

Maaf kalau ada kata-kata yang menyinggung atau kurang berkenan.

Terima kasih.


Baca juga: Karyawan vs Bos (untuk karyawan)
Baca Selengkapnya - Bos vs Karyawan (Untuk Atasan)

Senin, 18 Juni 2012

Karyawan vs Bos (Untuk Pegawai)

Karyawan vs Pengusaha



Anda seorang karyawan yang sering dimarahi bos? Coba renungkan dahulu kata-kata di bawah ini.

Untuk karyawan:

1. Bersyukurlah anda sedang dipekerjakan.
Masih banyak orang-orang di luar sana yang lebih kompeten daripada anda, namun karena beberapa hal termasuk keberuntungan, anda dapat menerima gaji bulanan saat ini.

2. Ambil cermin
Tidak mungkin kan anda dimarahi boss kalau andanya oke. Pasti ada sesuatu dalam diri anda yang tidak baik. Atau mungkin attitude anda, skill anda, disiplin anda. Cobalah ke toko cermin dan lihat-lihatlah, siapa tahu anda mengerti apa yang saya maksud dengan intropeksi.

3. Lebih baiklah dari bos anda.
Bukankah ada sesuatu yang membuat anda sebagai bawahan dan "dia" sebagai bos? Jika anda berdua berada di satu perusahaan milik orang lain atau sebuah badan usaha, paculah prestasi anda, siapa tahu esok anda yang gantian jadi bos. Contohnya Pak SBY dan Sutiyoso, SBY itu pernah jadi bawahan Sutiyoso waktu di kemiliteran, lalu SBY yang jadi presiden dan Pak Sutiyoso (pernah menjadi) bawahannya sebagai gubernur DKI Jakarta saat itu. Tapi INGATlah! Perlakukan mantan atasan anda jauh lebih baik dari yang ia pernah lakukan kepada anda. Memaafkan itu mulia.

4. Pecatlah diri anda.
Jika anda merasa anda tidak melakukan sesuatu hal yang buruk lalu mengapa anda di perlakukan semena-mena oleh atasan anda. Pecatlah diri anda. Ya. Tingkatkan kemampuan anda, cari perusahaan yang lebih baik, dan segera setelah diterima perusahaan lain, UNDURKAN diri.

5. Jadilah Bos atau Pengusaha Juga
Jika anda merasa diri anda oke, mengapa tak buka usaha sendiri? Kumpulkan modal, terutama modal attitude sebagai pengusaha. Ya, ATTITUDE itu jauh lebih berharga daripada uang. Betapa banyak pengusahaa sukses yang memulai segalanya dari hampir dibilang nol. Contohlah Purdi Candra, Mark Zuckerberg. Gunakanlah uang orang lain. daripada sebaliknya, anda punya uang tapi tidak punya mental pengusaha. Pengusaha itu tahan banting. Bukan rapuh. Kalau anda cengeng, nikmatilah nasib anda sebagai karyawan.

6. Sudah melakukan nomor 1 - 5?
Jika belum, berarti memang anda pecundang, eh maaf, tapi saya bukan bermaksud menjatuhkan mental anda. Maaf sekali lagi, saya bermaksud memecut anda dengan motivasi dan semangat. Sekali lagi ambillah cermin dan tanyakan pada diri anda sendiri. Apa yang dapat aku perbuat untuk lebih baik dari nasibku sekarang sebagai karyawan?

Salam Sukses!

Baca Selengkapnya - Karyawan vs Bos (Untuk Pegawai)

Minggu, 17 Juni 2012

Mengembalikan Motivasi Diri

Mengembalikan Motivasi Diri


Kamu itu berharga. Kamu itu dicintai. Sadar!


Pernahkah Anda berada di dalam situasi yang kurang menyenangkan? Semua hal terasa datar serta semangat mulai hilang. Ini waktunya Anda harus mengembalikan motivasi diri. Ini caranya!

1. Temukan tujuan
Salah satu cara cepat memotivasi diri adalah kembali memiliki tujuan. Coba buat daftar hal-hal yang ingin Anda capai dalam waktu dekat. Keinginan itu akan kembali memotivasi diri Anda.

2. Cari inspirasi
Setelah tujuan ditentukan, kini carilah jalan untuk mencapainya. Misal, jika Anda ingin bentuk perut menjadi langsing, coba cari ide dari selebritas pujaan yang berhasil membentuk badannya. Inspirasi akan membuat Anda makin bersemangat.

3. Minta dukungan
Motivasi akan terus berjalan baik jika Anda berada di dalam lingkungan yang mendukung. Misalnya jika Anda bertekad mendapatkan peringkat terbaik di sekolah, maka lingkungan yang terbaik adalah murid-murid yang berprestasi. Jika Anda bertekad memberikan ASI eksklusif untuk anak, maka lingkungan terbaik adalah ibu-ibu menyusui, bukan yang memberikan anaknya susu formula. Lingkungan yang tepat akan memberikan semangat jika suatu saat tekad yang Anda miliki memudar.

4. Jangan ekstrem
Jangan memasang target keberhasilan terlalu tinggi. Mulailah dari langkah kecil. Tujuannya agar Anda tak cepat kecewa. Memasang target terlalu tinggi lalu mengalami kegagalan, akan mengembalikan Anda ke posisi awal. Lebih baik capai keberhasilan tersebut perlahan namun pasti.

5. Fokus
Fokus pada tujuan dapat membantu Anda menjaga motivasi agar tak kembali hilang. Selain itu fokus juga akan membantu Anda mencapai tujuan.

6. Sabar
Tujuan Anda tak akan tercapai dengan cara yang instan. Oleh karena itu, pahami benar bahwa di tengah tujuan ada proses yang panjang. Jangan sampai proses itu membuat Anda frustasi dan kembali putus asa.

7. Hargai keberhasilan
Jika ada tujuan Anda yang sudah tercapai, jangan ragu memberi penghargaan untuk diri sendiri. Caranya bisa beragam, misalnya membelikan sesuatu untuk diri sendiri, berlibur dan sebagainya.

8. Berpikir positif
Yang terakhir, jagalah motivasi yang telah Anda bangun dengan berpikiran positif. Pikiran positif akan membuat Anda lebih bersemangat menghadapi segala tantangan hidup.

Salam sukses!


Sumber: http://id.she.yahoo.com/mengembalikan-motivasi-diri.html


Baca Juga: Bersyukur Bukan Tidur
Baca Selengkapnya - Mengembalikan Motivasi Diri

Sabtu, 16 Juni 2012

Motivasi Diri: Mengapa Jadi Orang Kebanyakan?




"Hanya karena sesuatu berlaku untuk kebanyakan orang, tidak berarti itu pasti berlaku untuk anda. Mungkin anda tidak termasuk kebanyakan orang, anda istimewa."

"Jangan selalu menganggap sesuatu hal negatif yang kita miliki itu wajar karena kebanyakan orang juga begitu. Wajar itu berlaku untuk kebanyakan orang. Dan kebanyakan orang di dunia ini sengsara."

"Mengapa jika kita memiliki kelemahan yang dimiliki kebanyakan manusia lain seperti pelupa, sering sakit, banyak kekurangan, dsb kita selalu berkata "Namanya juga manusia." Mengapa saat kita melihat orang-orang hebat seperti Bill Gates, Mark Zuckerberg, Bunda Theresa, dan sekian banyak orang-orang terbaik di bidangnya, kita tidak bilang, "Wajar luar biasa! Namanya juga manusia.""

"Tidak apa-apa kita mengingatkan orang lain tentang hal-hal baik ketika kita belum melakukannya dengan baik. Pada saat yang sama kita juga sedang mengingatkan diri sendiri untuk melakukannya dengan baik. Saya hampir selalu begitu. :)"

"Mengapa kebanyakan orang suka memikirkan, berbicara, dan berbagi kepada orang-orang lain tentang hal-hal yang kita tidak suka? Mengapa kita sering memancarkan perasaan benci? Mengapa tidak kita fokus saja menceritakan hal-hal yang kita suka, yang kita senangi, yang membuat kita tersenyum. Percayalah, jika kita hanya memancarkan perasaan yang baik dengan hanya memikirkan hal-hal yang kita senangi, akan lebih banyak lagi hal-hal baik yang hadir di hidup kita, begitu juga sebaliknya. Saya sudah coba, dan hasilnya Amazing!! :)"




Baca Selengkapnya - Motivasi Diri: Mengapa Jadi Orang Kebanyakan?

Jumat, 15 Juni 2012

Sikap Optimis Lebih Dekat Kepada Kesuksesan


Optimis



Berpikir positif mengenai sesuatu memiliki kesempatan besar membuatnya menjadi kenyataan. Cukup dengan mengharapkan hal baik, maka sirkuit tersembunyi otak akan aktif.

Memikirkan hasil menyenangkan dapat menanamkan ‘sugesti’ pada pikiran.

Psikolog Maryanne Garry dan Robert Michael dari Victoria University di Selandia Baru mengatakan, “Saat kita mengharap hasil tertentu, pikiran subsekuen dan perilaku kita sebenarnya membantu kita mewujudkan harapan itu.”

Ini bukan magis. Namun para peneliti mengatakan, efek sugesti lebih kuat dari yang dipikirkan dan ini bisa mengubah perilaku dan bahkan hasilnya. Jika ada pemalu yang berharap segelas anggur akan membuatnya santai, maka itulah yang ia dapatkan.

Menurut Garry, hal ini bisa terjadi berkat ‘respon harapan’. Ini merupakan cara manusia berharap pada responnya di berbagai situasi.

Harapan berujung pada respon otomatis yang akan menghasilkan apa yang kita ingin. “Jika kita bisa mengendalikan kekuatan sugesti, kita bisa meningkatkan kehidupan seseorang,” tutupnya.


Sumber: http://teknologi.inilah.com/read/detail/1871014/alasan-orang-optimis-selalu-menang


Anda kurang beruntung? Ambillah cermin, lalu lihatlah video ini. (Atau sebaliknya)





Terima kasih.:)

Ceritadanwarta
Baca Selengkapnya - Sikap Optimis Lebih Dekat Kepada Kesuksesan

Kamis, 07 Juni 2012

Kaizen: Prinsip Jepang Yang Membawa Kemajuan

Kaizen


Kaizen dan Kemajuan Jepang

Kaizen yang merupakan salah satu prinsip yang dipraktekkan bangsa Jepang dan terbukti membawa dampak yang sangat positif bagi kemajuan bangsa Matahari Terbit ini. Walaupun dapat diaplikasikan kepada semua aspek kehidupan, Kaizen pada era setelah Perang Dunia ke-2 difokuskan untuk peningkatan mutu produktifitas dan manajemen perusahaan-perusahaan Jepang. Ini dapat kita lihat dari mutu produk-produk yang dihasilkan Jepang dan sistem manajemen perusahaan Jepang yang terkenal sangat efisien dan efektif. Dapat kita ambil sisi pelajaran dari sejarah di dunia bahwa sebuah bangsa yang porak-poranda dijatuhi 2 bom atom di 2 kota industri terpentingnya dapat bangkit menjadi negara yang dihormati dari sumber daya manusia dan kekuatan ekonominya.




Apa itu Kaizen?

Istilah "Kaizen" dalam bahasa Jepang bermakna "perbaikan berkesinambungan" (suatu proses penyempurnaan terus menerus yang tiada henti.) Filsafat kaizen berpandangan bahwa hidup kita hendaknya fokus pada upaya perbaikan terus-menerus. Pada penerapannya dalam perusahaan, kaizen mencakup pengertian perbaikan berkesinambungan yang melibatkan seluruh pekerjanya, dari manajemen tingkat atas sampai manajemen tingkat bawah.


Yang membedakan filosofi kaizen ini dengan improvement biasa adalah dalam PROSESnya.
Di dalam KAIZEN sendiri proses itu selalu terus menerus terjadi, setiap tahun, setiap bulan, setiap minggunya, bahkan setiap harinya. Dan proses itu tidak ada ujungnya karena perubahan adalah sesuatu yang permanen.


Rencanakan-Lakukan-Periksa-TindakLanjuti (Plan-Do-Check-Act)

Salah satu langkah awal penerapan kaizen adalah menjalankan siklus Plan-Do-Check-Act (PDCA) untuk menjamin terlaksananya kesinambungan kaizen. Siklus ini terdiri atas :

>Rencana (plan)
Penetapan target untuk perbaikan dan perumusan rencana tindakan guna mencapai target tersebut.

>Lakukan (do)
Pelaksanaan dari rencana yang telah dibuat.

>Periksa (check)
Kegiatan pemeriksaan segala prosedur yang telah dijalankan guna memastikannya agar tetap berjalan sesuai rencana sekaligus memantau kemajuan yang telah ditempuh.

>Tindak (act)

Menindaklanjuti ketiga langkah yang ditempuh sekaligus memutuskankan prosedur baru guna menghindari terjadinya kembali masalah yang sama atau menetapkan sasaran baru bagi perbaikan berikutnya.



Siklus ini berputar secara terus menerus dengan diselingi oleh siklus Standardize-Do-Check-Act (SDCA) di antaranya. Dalam langkah Standar (Standarize) pada siklus ini, segala prosedur baru yang telah diputuskan pada langkah Tindak dalam siklus PDCA sebelumnya disahkan menjadi pedoman yang wajib dipenuhi. SDCA fokus pada kegiatan pemeliharaan, sedangkan PDCA lebih mengacu pada perbaikan.

Kesimpulan:

Jadi sebenarnya untuk meraih mutu kehidupan yang kita inginkan kita terus menerus memperbaiki mutu diri kita. Jangan pernah berhenti pada satu titik saat seluruh dunia berubah. Jika kita berhenti memperbaiki diri pada satu tahapan maka yang ada kita kan menjadi manusia-manusia dengan sumber daya manusia yang terkebelakang dibanding dengan mereka yang terus menerus memperbaiki dirinya dari segala aspek kehidupan.









Referensi: Kaizen Wikipedia dan berbagai sumber lainnya.


Baca Selengkapnya - Kaizen: Prinsip Jepang Yang Membawa Kemajuan

Rabu, 06 Juni 2012

10 Kiat Sukses Orang Jepang | Tips




1. Kerja Keras


Jepang seperti diketahui orang seluruh dunia adalah bangsa yang rajin. Sesusah-susahnya hidup orang rajin tidak akan pernah kelaparan. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680 jam/tahun). Seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai di negara lain memerlukan 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama. Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan “agak memalukan” di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk “yang tidak dibutuhkan” oleh perusahaan.

2. Malu


Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dan pertempuran. Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena “mengundurkan diri” bagi para pejabat (mentri, politikus, dsb) yang terlibat masalah korupsi atau merasa gagal menjalankan tugasnya. Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek atau tidak naik kelas. Karena malu jugalah, orang Jepang lebih senang memilih jalan memutar daripada mengganggu pengemudi di belakangnya dengan memotong jalur di tengah jalan. Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum.

3. Hidup Hemat


Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan. Di masa awal mulai kehidupan di Jepang, saya sempat terheran-heran dengan banyaknya orang Jepang ramai belanja di supermarket pada sekitar jam 19:30. Selidik punya selidik, ternyata sudah menjadi hal yang biasa bahwa supermarket di Jepang akan memotong harga sampai separuhnya pada waktu sekitar setengah jam sebelum tutup. Seperti diketahui bahwa Supermarket di Jepang rata-rata tutup pada pukul 20:00.

4. Loyalitas


Loyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata dengan rapi. Sedikit berbeda dengan sistem di Amerika dan Eropa, sangat jarang orang Jepang yang berpindah-pindah pekerjaan. Mereka biasanya bertahan di satu atau dua perusahaan sampai pensiun. Ini mungkin implikasi dari Industri di Jepang yang kebanyakan hanya mau menerima fresh graduate, yang kemudian mereka latih dan didik sendiri sesuai dengan bidang garapan (core business) perusahaan.

5. Inovasi


Jepang bukan bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat. Menarik membaca kisah Akio Morita yang mengembangkan Sony Walkman yang melegenda itu. Cassete Tape tidak ditemukan oleh Sony, patennya dimiliki oleh perusahaan Phillip Electronics. Tapi yang berhasil mengembangkan dan membundling model portable sebagai sebuah produk yang booming selama puluhan tahun adalah Akio Morita, founder dan CEO Sony pada masa itu. Sampai tahun 1995, tercatat lebih dari 300 model walkman lahir dan jumlah total produksi mencapai 150 juta produk. Teknik perakitan kendaraan roda empat juga bukan diciptakan orang Jepang, patennya dimiliki orang Amerika. Tapi ternyata Jepang dengan inovasinya bisa mengembangkan industri perakitan kendaraan yang lebih cepat dan murah.

6. Pantang Menyerah


Sejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah. Puluhan tahun dibawah kekaisaran Tokugawa yang menutup semua akses ke luar negeri, Jepang sangat tertinggal dalam teknologi. Ketika restorasi Meiji (meiji ishin) datang, bangsa Jepang cepat beradaptasi dan menjadi fast-learner. Kemiskinan sumber daya alam juga tidak membuat Jepang menyerah. Tidak hanya menjadi pengimpor minyak bumi, batubara, biji besi dan kayu, bahkan 85% sumber energi Jepang berasal dari negara lain termasuk Indonesia . Kabarnya kalau Indonesia menghentikan pasokan minyak bumi, maka 30% wilayah Jepang akan gelap gulita Rentetan bencana terjadi di tahun 1945, dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki , disusul dengan kalah perangnya Jepang, dan ditambahi dengan adanya gempa bumi besar di Tokyo . Ternyata Jepang tidak habis. Dalam beberapa tahun berikutnya Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat (shinkansen) . Mungkin cukup menakjubkan bagaimana Matsushita Konosuke yang usahanya hancur dan hampir tersingkir dari bisnis peralatan elektronik di tahun 1945 masih mampu merangkak, mulai dari nol untuk membangun industri sehingga menjadi kerajaan bisnis di era kekinian. Akio Morita juga awalnya menjadi tertawaan orang ketika menawarkan produk Cassete Tapenya yang mungil ke berbagai negara lain. Tapi akhirnya melegenda dengan Sony Walkman-nya. Yang juga cukup unik bahwa ilmu dan teori dimana orang harus belajar dari kegagalan ini mulai diformulasikan di Jepang dengan nama shippaigaku (ilmu kegagalan).

7. Budaya Baca


Jangan kaget kalau anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik), sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku atau koran. Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca. Banyak penerbit yang mulai membuat man-ga (komik bergambar) untuk materi-materi kurikulum sekolah baik SD, SMP maupun SMA. Pelajaran Sejarah, Biologi, Bahasa, dsb disajikan dengan menarik yang membuat minat baca masyarakat semakin tinggi. Saya pernah membahas masalah komik pendidikan di blog ini. Budaya baca orang Jepang juga didukung oleh kecepatan dalam proses penerjemahan buku-buku asing (bahasa inggris, perancis, jerman, dsb). Konon kabarnya legenda penerjemahan buku-buku asing sudah dimulai pada tahun 1684, seiring dibangunnya institute penerjemahan dan terus berkembang sampai jaman modern. Biasanya terjemahan buku bahasa Jepang sudah tersedia dalam beberapa minggu sejak buku asingnya diterbitkan.

8. Kerjasama Kelompok


Budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat individualistik. Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut. Fenomena ini tidak hanya di dunia kerja, kondisi kampus dengan lab penelitiannya juga seperti itu, mengerjakan tugas mata kuliah biasanya juga dalam bentuk kelompok. Kerja dalam kelompok mungkin salah satu kekuatan terbesar orang Jepang. Ada anekdot bahwa “1 orang professor Jepang akan kalah dengan satu orang professor Amerika, hanya 10 orang professor Amerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang professor Jepang yang berkelompok” . Musyawarah mufakat atau sering disebut dengan “rin-gi” adalah ritual dalam kelompok. Keputusan strategis harus dibicarakan dalam “rin-gi”.

9. Mandiri


Sejak usia dini anak-anak dilatih untuk mandiri. Irsyad, anak saya yang paling gede sempat merasakan masuk TK (Yochien) di Jepang. Dia harus membawa 3 tas besar berisi pakaian ganti, bento (bungkusan makan siang), sepatu ganti, buku-buku, handuk dan sebotol besar minuman yang menggantung di lehernya. Di Yochien setiap anak dilatih untuk membawa perlengkapan sendiri, dan bertanggung jawab terhadap barang miliknya sendiri. Lepas SMA dan masuk bangku kuliah hampir sebagian besar tidak meminta biaya kepada orang tua. Teman-temen seangkatan saya dulu di Saitama University mengandalkan kerja part time untuk biaya sekolah dan kehidupan sehari-hari. Kalaupun kehabisan uang, mereka “meminjam” uang ke orang tua yang itu nanti mereka kembalikan di bulan berikutnya.



10. Jaga Tradisi


Perkembangan teknologi dan ekonomi, tidak membuat bangsa Jepang kehilangan tradisi dan budayanya. Budaya perempuan yang sudah menikah untuk tidak bekerja masih ada dan hidup sampai saat ini.

Budaya minta maaf masih menjadi reflek orang Jepang. Kalau suatu hari anda naik sepeda di Jepang dan menabrak pejalan kaki , maka jangan kaget kalau yang kita tabrak malah yang minta maaf duluan.

Sampai saat ini orang Jepang relatif menghindari berkata “tidak” untuk apabila mendapat tawaran dari orang lain. Jadi kita harus hati-hati dalam pergaulan dengan orang Jepang karena “hai” belum tentu “ya” bagi orang Jepang Pertanian merupakan tradisi leluhur dan aset penting di Jepang. Persaingan keras karena masuknya beras Thailand dan Amerika yang murah, tidak menyurutkan langkah pemerintah Jepang untuk melindungi para petaninya. Kabarnya tanah yang dijadikan lahan pertanian mendapatkan pengurangan pajak yang signifikan, termasuk beberapa insentif lain untuk orang-orang yang masih bertahan di dunia pertanian. Pertanian Jepang merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.


Sumber: http://www.forumkami.net/tips/2868-10-tips-sukses-jepang.html






Cerita Sang Pemenang

Cerita Motivasi

Baca Selengkapnya - 10 Kiat Sukses Orang Jepang | Tips

Sabtu, 02 Juni 2012

Mengapa Menyalahkan Kami Kalau Kami Kaya?

Tionghoa Indonesia





KAMI KETURUNAN TIONGHOA


Kami datang belakangan, awalnya kami datang dalam kemiskinan.
Anda sudah tiba sejak Generasi nenek moyang anda .

Kami duduk dibawah terik matahari menunggu dagangan kami,
disaat anda meminta bagian anda untuk uang "keamanan".

Kami mengayuh sepeda berjualan bakpao,
disaat anda sedang menikmati makanan kesukaan anda.

Kami menghitung berapa kuat kami bisa menanggung beban dan berapa yg bisa kami tabung,
disaat anda menghitung apa yang bisa anda beli dengan uang anda.

Kami berusaha dan mencari apa yang bisa kami jadikan uang,
ketika anda sedang mencari barang apa yang bisa dibeli dengan uang anda.

Kami berhubungan dengan orang-orang yg berpengaruh agar kami bisa lancar mencari makan,
ketika anda sedang menikmati hidangan makan malam anda dimeja.

Kami berani menanggung resiko atas pinjaman-pinjaman dengan bunga tinggi,
disaat anda sedang merasa berpuas diri akan penghasilan rutin anda.

Kami rela makan nasi sekali sehari demi masa depan,
disaat anda menuntut makan 3 kali sehari.

Kami mengirit dan rela menggunakan pakaian ala kadarnya,
disaat anda menggunakan pakaian mewah buatan Perancang & Butik terkenal.


40 TAHUN BERLALU ....



Kami menikmati apa yang telah kami perjuangkan,
disaat anda mengumpat dan berkata " sialan, lu nguasain negara gueee".

Kami menikmati liburan setiap tahun ke luar negeri bersama keluarga,
untuk melihat indahnya alam ciptaan Tuhan,
disaat anda ribut akan kenaikan harga sembako.

Kami bersyukur atas hasil kerja keras kami,
disaat anda sedang sibuk mengutuki negeri ini dan berdemo anarkis merusak negeri ini.

Kami berjalan menyisir pantai, melihat tenggelamnya matahari,
ketika anda melihat matahari tenggelam dari jendela tempat kerja anda.

Kami melakukan pesta syukuran keluarga karena ada anggota keluarga kami yang pergi menuntut ilmu ke Luar Negeri, ketika anda sedang pusing memikirkan bagaimana menyekolahkan anak anda.

Kami menikmati dan bercerita tentang bagaimana indahnya hidup ini,
ketika anda bercerita tentang susah dan pahitnya hidup ini.

Kami berpikir besok mau makan apa,
ketika anda berpikir apa besok bisa makan.

Saat kami menikmati puncak kesuksesan,
anda menyalahkan kami atas kemiskinan anda.

Saat kami masuk ke pintu ruang pabrik kami,
anda datang minta bagian atas apa yang telah kami perjuangkan

Kami tahu sebagian dari anda menganggap kami hanya pendatang,
tapi kami tahu bagaimana membuat hidup ini menjadi lebih berarti.
Kami telah tunjukan bagaimana kami berjuang lebih keras dalam hidup ini.

Kami tahu sebagian dari anda menanggap kami ini hanya numpang,
tapi kami telah tunjukan bahwa kami bukan penumpang gelap yang tak membayar.

Kami telah tunjukan bahwa kami adalah juga pejuang yang gigih,
bahkan banyak dari kami juga telah ikut berjuang bahu membahu dengan para pejuang lain.

Kami ini adalah turunan pengusaha ulet yang menganggap uang bukan jatuh dari langit, tapi harus dibayar dengan keringat dan kadang dengan darah maupun air mata.

Tapi anda mengutuki kami, mengapa negeri ini penuh dengan keturunan kami yang sukses,
Banyak dari anda yang mengiri akan kesuksesan kami.

Bukan kami menjauhkan diri dari komunitas anda,
tapi karena kami hanya menjaga agar anak2 kami lebih terjaga tingkah lakunya.

Kami bukannya sombong dan kami sama sekali tidaklah membenci anda,
tapi kami hanya ingin hidup seperti apa yang nenek moyang kami ajarkan,


" JANGAN PERNAH MEMINTA, TAPI BERUSAHALAH "


Bukan kami tak mencintai Negeri ini, percayalah Hati kami telah tertaut dan milik Negeri ini.

Kami ini ditakdirkan lahir di Negeri ini , mencari hidup dan ingin mati di negeri ini.

Tapi sebagian dari anda membenci kami dan bahkan ingin menyakiti kami .

Percayalah kami ini hanya berkorban , kami hanya berbuat yang terbaik untuk anak-cucu kami.

Kami ini berjuang dari kemiskinan untuk mencapai kemakmuran,
kami ini tidak meminta dengan gratis, kami membayar apa yang harus kami bayar.

KAMI KETURUNAN TIONGHOA, KAMI BANGGA


Meski kami kenyang tapi kadang tidur kami tak nyenyak, kami dalam ketakutan.
Takut diserbu dan kembali disakiti.

Kami dihantui mimpi buruk, nyawa bisa hilang dan rumah pun bisa jadi abu.

Kadang kami merasa berdiri diatas bom waktu yang bisa meledak setiap saat.

Kami telah terlahir di Indonesia, kebanggaan dan Tumpah Darah kami tentulah Indonesia.

Jangan tanya Tuhan kenapa kami dilahirkan disini,
Jangan lagi bicara sipitnya mata kami ,
Jangan lagi bicara kuningnya kulit kami,
Jangan lagi masalahkan kesukuan kami,


Karena Tumpah Darah kami tetaplah Indonesia
Karena minum kami adalah air Indonesia ,
Makan kamipun juga nasi Indonesia
Maka Darah kami pastilah juga Darah Indonesia.





Sumber: http://archive.kaskus.co.id/thread/4882627 | http://www.youtube.com/user/tomitimi1

Tionghoa Indonesia Wikipedia

Cerita Motivasi

Baca Selengkapnya - Mengapa Menyalahkan Kami Kalau Kami Kaya?