Selasa, 24 Juli 2012

Orang Sabar Disayang Tuhan


Orang Sabar dalam Islam






Al Quran:


“Wahai sekalian orang-orang yang beriman sabarlah kamu sekalian dan teguhkanlah kesabaranmu itu.” (QS. Ali Imran:200)


“Sungguh akan Kami berikan cobaan kepada kamu sekalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikan kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al Baqarah:155)

Dalam ajaran Islam dikatakan bahwa "orang sabar disayang Tuhan". Namun sesungguhnya kasih-Nya itu tidaklah hanya untuk orang-orang yang sabar melainkan kepada semua mahluk tanpa syarat.
Jadi sebenarnya apakah seseorang manusia itu sabar, tidak sabar, ahli ibadah ataupun pendosa - semua hamba-Nya disayang-Nya tanpa memilih-milih. Karena Cinta Illahi itu tidak bersyarat.
Lalu mengapa kita diajarkan untuk menjadi sabar?
Mengapa kita diajarkan untuk ikhlas dan berserah kepada-Nya?
Jika orang jahat pun di sayang-Nya, mengapa kita diajarkan untuk menjadi orang baik?
Jawabannya adalah ya untuk kebaikan kita sendiri. Bukan untuk kepentingan Tuhan karena Dia tidak memerlukan sesuatu apapun dari hamba-hambanya. Tidak ada bedanya bagi Dia apakah kita itu orang yang sabar, baik, jahat atau pendosa. Yang berbeda adalah efek dari sikap kita itu sendiri kepada masing-masing kita. Jadi sesungguhnya bukan karena Tuhan lebih sayang kepada orang-orang yang sabar atau orang-orang yang baik dibanding yang tidak, TAPI sebenarnya karena Dia mencintai kita maka kita diberitahu bahwa sikap-sikap baik tersebut baik untuk kita sendiri.
Contoh 1:
Seorang orang tua yang memiliki dua orang anak. Yang satu memiliki attitude yang baik dari segi akademis maupun perilaku kesehariannya. Sementara yang lain adalah sebaliknya. Anak yang baik tadi meraih kesuksesan dan kebahagiaan di kehidupannya sementara yang lainnya menemui banyak masalah.
Apakah berbeda kasih orang tua tersebut kepada anaknya? Jika dia orang tua yang baik, jawabanyya adalah "tidak berbeda." Namun mengapa orang tua tersebut selalu mengajarkan anaknya untu memilih hanya yang baik? Itu untuk kebaikan sang anak sendiri bukan untuk kepentingan orang tuanya.

“Mohon pertolonganlah kamu sekalian dengan sabar dan mengerjakan shalat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al Baqarah:153)
Contoh 2:
Ada dua pedagang pemula yang  memiliki 2 karakter yang berbeda.
Pedagang 1 berkarakter penyabar. Dia mempersiapkan semua hal yang dapat menunjang penjualannya dengan sangat baik. Dia berserah kepada-Nya akan hasil yang akan diterimanya mengenai dagangannya tersebut.
Pedagang 2 berkarakter lebih egois. Dia terkesan tidak terlalu memperhatikan mutu dagangannya. Dia juga kurang santun kepada para pembeli. Dia selalu mengeluh jika satu hari jumlah pembelinya sedikit.
Mengingat keduanya sama-sama baru memulai usahanya, menurut anda pedagang mana yang lebih mungkin berhasil?
Apakah Tuhan lebih sayang kepada pedagang pertama? TIDAK. Kedua pedagang itu sama-sama disayang Tuhan tanpa perbedaan. Cinta Illahi tidak memilih, tidak bersyarat, tidak meminta. Namun sikap kita itu ya untuk kita sendiri. Karena Tuhan tidak memerlukan apapun dari hamba-hamba-Nya. Dia mengajarkan kita untuk berperilaku baik ya untuk kita sendiri.

"Apa yang kita tanam itulah yang kita tuai. Karena curahan hujan tidak memilih-milih apakah  pohon apel atau hanya semak belukar."

Terima kasih. :)
Baca Selengkapnya - Orang Sabar Disayang Tuhan

Minggu, 22 Juli 2012

6 Cara Membuat Pikiran Fokus


Cara Fokus



"Kaca pembesar tidak sanggup membakar kertas jika dia menyebarkan sinarnya."


1. Buatlah daftar tentang apa-apa yang menjadi tujuan anda.
Misalnya: Spiritualisme, keuangan, karir, hubungan sosial masyarakat yang baik, pendidikan, keluarga, asmara, investasi, kesehatan, psikologi, dsb.

2. Sederhanakan daftar anda menjadi hanya 10 hal terpenting.
Jika daftar yang anda buat melebihi 10, maka berbesarlah hati untuk merampingkannya menjadi hanya 10 besar. Untuk tahap ini urutan acak tidak menjadi persoalan, artinya untuk bagian ini anda tidak perlu menentukan dahulu prioritas anda dari no. 1 ke no. 10. Cukup hanya menyederhanakan goal anda hanya 10 hal.

3. Tetapkanlah 3 hal saja yang menjadi goal utama anda.
Ingat carilah alasan yang dapat memantapkan hati anda terhadap 3 hal paling prioritas tadi dan berikan urutan yang jelas no. 1, 2, dan 3. Pada tahap ini, jernihkan perasaan anda dari perasaan serakah menginginkan semua hal tercapai dalam satu waktu. Anda dapat mencapai semua tujuan anda, tapi di artikel ini saya menyarankan untuk terlebih dahulu hanya fokus pada maksimal 3 hal paling utama. Setelah ketiga hal ini dapat disebut tercapai, anda bebas untuk melihat kembali tujuan-tujuan lain.
Lihatlah maksimal hanya 3 hal utama anda sepanjang waktu anda seharian.

4. Fokuslah pada no. 1, dan lepaskan ego anda jika no.2 dan 3. harus belum dapat terpenuhi. 
Ingat, ikhlaskan hal-hal lain yang bukan termasuk dalam 3 hal prioritas ini.
Contoh yang paling anda inginkan:
      1. Keluarga
      2. Karir/ keuangan
      3. Kesehatan

Jika karena mengejar kemapanan finansial untuk mencukupi keluarga anda sudah cukup menyita waktu. Optimalkan waktu luang anda untuk keluarga dan istirahat. Mungkin keinginan no. 4 anda adalah dapat berkumpul dengan teman-teman anda. Namun anda hanya dapat melakukannya jika waktu bersama keluarga anda sudah terpenuhi terlebih dahulu.

Atau, jika ada pekerjaan sampingan yang dapat anda kerjakan untuk mendapatkan sumber penghasilan lain namun justru mengorbankan waktu anda bersama keluarga, sebaiknya nada lepaskan saja keinginan terhadap pekerjaan sampingan itu. Karena prioritas no. 1 adalah keluarga.
Sekali lagi ingat! Buat prioritas yang tegas, lepaskan keserakahan anda. Utamakan apa yang menjadi prioritas anda sesuai urutan yang telah anda buat sebelumnya.

5. Lepaskan ketakutan anda. 
Membuat prioritas dan melakukannya sesuai urutan bukan berarti anda tidak dapat mencapai tujuan-tujuan anda yang lain. Hanya saja pada satu waktu, anda hanya melihat satu tujuan saja. Yang berarti, tujuan-tujuan lain dengan mudah dapat anda kerjakan atau capai jika prioritas utama telah tercapai atau selama tidak mengganggu prioritas yang lebih utama. Ini hanyalah tentang "Time Management".

6. Lakukan sekarang. 
Kurangilah waktu yang anda berikan untuk belajar saja. Berikan juga porsi yang tepat untuk praktek.

Selamat mencoba! :)


Baca juga:
Bersyukur Bukanlah Tidur
7 Cara Sederhana dan Mudah Untuk Bahagia


Baca Selengkapnya - 6 Cara Membuat Pikiran Fokus