Selasa, 24 Juli 2012

Orang Sabar Disayang Tuhan


Orang Sabar dalam Islam






Al Quran:


“Wahai sekalian orang-orang yang beriman sabarlah kamu sekalian dan teguhkanlah kesabaranmu itu.” (QS. Ali Imran:200)


“Sungguh akan Kami berikan cobaan kepada kamu sekalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikan kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al Baqarah:155)

Dalam ajaran Islam dikatakan bahwa "orang sabar disayang Tuhan". Namun sesungguhnya kasih-Nya itu tidaklah hanya untuk orang-orang yang sabar melainkan kepada semua mahluk tanpa syarat.
Jadi sebenarnya apakah seseorang manusia itu sabar, tidak sabar, ahli ibadah ataupun pendosa - semua hamba-Nya disayang-Nya tanpa memilih-milih. Karena Cinta Illahi itu tidak bersyarat.
Lalu mengapa kita diajarkan untuk menjadi sabar?
Mengapa kita diajarkan untuk ikhlas dan berserah kepada-Nya?
Jika orang jahat pun di sayang-Nya, mengapa kita diajarkan untuk menjadi orang baik?
Jawabannya adalah ya untuk kebaikan kita sendiri. Bukan untuk kepentingan Tuhan karena Dia tidak memerlukan sesuatu apapun dari hamba-hambanya. Tidak ada bedanya bagi Dia apakah kita itu orang yang sabar, baik, jahat atau pendosa. Yang berbeda adalah efek dari sikap kita itu sendiri kepada masing-masing kita. Jadi sesungguhnya bukan karena Tuhan lebih sayang kepada orang-orang yang sabar atau orang-orang yang baik dibanding yang tidak, TAPI sebenarnya karena Dia mencintai kita maka kita diberitahu bahwa sikap-sikap baik tersebut baik untuk kita sendiri.
Contoh 1:
Seorang orang tua yang memiliki dua orang anak. Yang satu memiliki attitude yang baik dari segi akademis maupun perilaku kesehariannya. Sementara yang lain adalah sebaliknya. Anak yang baik tadi meraih kesuksesan dan kebahagiaan di kehidupannya sementara yang lainnya menemui banyak masalah.
Apakah berbeda kasih orang tua tersebut kepada anaknya? Jika dia orang tua yang baik, jawabanyya adalah "tidak berbeda." Namun mengapa orang tua tersebut selalu mengajarkan anaknya untu memilih hanya yang baik? Itu untuk kebaikan sang anak sendiri bukan untuk kepentingan orang tuanya.

“Mohon pertolonganlah kamu sekalian dengan sabar dan mengerjakan shalat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al Baqarah:153)
Contoh 2:
Ada dua pedagang pemula yang  memiliki 2 karakter yang berbeda.
Pedagang 1 berkarakter penyabar. Dia mempersiapkan semua hal yang dapat menunjang penjualannya dengan sangat baik. Dia berserah kepada-Nya akan hasil yang akan diterimanya mengenai dagangannya tersebut.
Pedagang 2 berkarakter lebih egois. Dia terkesan tidak terlalu memperhatikan mutu dagangannya. Dia juga kurang santun kepada para pembeli. Dia selalu mengeluh jika satu hari jumlah pembelinya sedikit.
Mengingat keduanya sama-sama baru memulai usahanya, menurut anda pedagang mana yang lebih mungkin berhasil?
Apakah Tuhan lebih sayang kepada pedagang pertama? TIDAK. Kedua pedagang itu sama-sama disayang Tuhan tanpa perbedaan. Cinta Illahi tidak memilih, tidak bersyarat, tidak meminta. Namun sikap kita itu ya untuk kita sendiri. Karena Tuhan tidak memerlukan apapun dari hamba-hamba-Nya. Dia mengajarkan kita untuk berperilaku baik ya untuk kita sendiri.

"Apa yang kita tanam itulah yang kita tuai. Karena curahan hujan tidak memilih-milih apakah  pohon apel atau hanya semak belukar."

Terima kasih. :)
Baca Selengkapnya - Orang Sabar Disayang Tuhan

Senin, 23 Juli 2012

Kisah Inspirasi: Pengalaman Hidup




Pengalaman yang berguna seumur hidup.
    Ada seorang anak dari teman, sudah setengah tahun lulus Wisuda, tidak pergi mencari kerja, pagi tidur sampai siang, malam pergi main internet sampai tengah malam. Belakangan ini meminta uang kepada orang tuanya, mau pergi ke Amerika menuntut ilmu lebih dalam lagi.


    Teman ini bertanya kepada saya, mesti tidaknya dia membiarkan dia pergi. Saya menatap rambut teman saya yang banyak putihnya dalam dalam & berkata: "Jika kamu berniat agar anak kamu baik nantinya, biarkan dia pergi, tapi jangan kasih dia uang". Saya terpikir cerita keponakan saya. Dia adalah warga Amerika, dari kecil selalu berpikir mau jadi pengembara, ingin berkelana melihat lihat dunia luar, jadi ingin pergi berkeliling dunia, nanti setelah kembali mau melanjutkan sekolah di Universitas. Biarpun ayahnya seorang dokter, ekonomi keluarga memungkinkan, tetapi ayah ibunya tidak memberinya uang dan dia juga tidak memintanya dari mereka. Sesudah tamat SMA, maka dia segera pergi ke hutan Alaska untuk memotong kayu untuk menabung.


    Karena di Alaska saat musim panas siang hari sangat panjang, matahari baru terbenam kira² tengah malam dan sebentar kemudian jam 3 subuh sudah terbit lagi. Jika dalam sehari dia bisa bekerja 16 jam, memotong kayu selama 1 musim, maka dia bisa menabung untuk keliling dunia selama 3 musim.


    Maka setelah keliling dunia 2 tahun akhirnya kembali ke sekolah untuk meneruskan pelajaran di Universitas. Dan karena hal ini adalah dirinya sendiri yang memikirkan matang² & secara mendalam, maka jurusan pilihannya yang semestinya perlu 4 tahun untuk lulus, diselesaikannya dalam waktu 3 tahun. Setelah itu mulai mencari pekerjaan.
    Karirnya cukup baik, bisa dibilang searah dengan arah angin, lancar naik terus sampai ke posisi Kepala Insinyur/ Manajer Teknik. Pada suatu saat dia bercerita kepada saya dan mengatakan hal di bawah ini yang mempengaruhinya seumur hidup.

    Ketika dia bekerja paruh waktu di Alaska, pernah sekali dia dan temannya mendengar teriakan erangan serigala di atas gunung. Mereka sangat cemas dan mulai mencari cari, akhirnya menemukan seekor serigala betina terjerat jebakan dan sedang merintih kesakitan. Terus dia memperhatikan alat jebakan besi yang unik dan tahu bahwa itu adalah milik seorang Pak Tua. Pak Tua ini adalah amatiran, menggunakan waktu luangnya untuk menangkap binatang, kemudian menjual kulitnya untuk menambah kebutuhan dapurnya. Tetapi setahu mereka, si Bapak Tua tadi beberapa hari lalu karena serangan jantung telah diangkut pakai helikopter ke rumah sakit Ancrukhy untuk mendapatkan pertolongan dan dirawat sekarang.


    Dan serigala betina ini bakal mati kelaparan karena tidak diurus. Timbul keinginan dia melepaskan serigala betina itu tetapi serigala itu sangat ganas & garang sehingga dia tidak dapat mendekat. Dia juga mengamati ada tetesan susu dari serigala betina ini dan ini menandakan bahwa di sarangnya pasti ada anak² srigala. Dia & temannya menghabiskan banyak sekali tenaga & waktu untuk mencari sarang srigala, sampai menemukan 4 ekor anak serigala dan membawa mereka ke tempat serigala betina tadi untuk diberikan susu. Dengan demikian bisa menghindarkan mereka dari bahaya mati kelaparan. Dia mengeluarkan bekal makanan sendiri untuk diberikan ke serigala betina sebagai makanan & mempertahankan hidupnya.


    Malam hari masih harus berkemah di sana dekat serigala betina untuk menjaga serigala & keluarganya dari serangan binatang lain karena ibu serigalanya terjerat tidak bisa membela keamanan diri sendiri maupun anak anaknya. Hal ini terus berlangsung sampai hari kelima, saat dia mau memberi makan serigala betina, tiba² dia memperhatikan serigala tadi mulai meng- goyang²-kan ekornya. Kemudian dia tahu kalau dia sudah mulai mendapatkan kepercayaan dari serigala betina ini.


    Akhirnya setelah berlalu 3 hari lagi, baru serigala betina mengizinkan dirinya didekati, membuka jeratan jebakan yang men jepitnya dan melepaskannya bebas kembali. Setelah bebas, serigala betina ini kemudian menjilat tangannya dan membiarkan dia memberikan obat luka di kakinya. Terakhir serigala betina ini membawa anak² pergi, dengan sesekali memutar balikkan kepalanya melihat ke belakang ke arah dia.

    Dia terduduk di atas batu dan berpikir, jika seorang manusia bisa membuat seekor binatang buas seperti serigala menjilat tangannya dan menjadi temannya, apakah bisa tidak mungkin seorang manusia membuat manusia lain meletakkan senjatanya & berkawan?
    Dia bertekad di kemudian hari untuk berbuat baik & menunjukkan ketulusan hati kepada orang lain, karena dari kasus ini dia mempelajari bahwa dia terlebih dahulu menunjukkan ketulusan hati, maka lawan pasti akan membalasnya dengan ketulusan juga. (Sambil bergurau dia berkata, jika demikian saja tidak bisa,
    maka kalah sama binatang.)

    Karenanya setelah masuk bekerja, di perusahaan dia berbaik hati kepada orang lain. Per-tama² selalu menganggap orang lain berniat baik, kemudian sendiri bersikap tulus, sering kali suka menolong orang lain, tidak berhati sempit & mengingat kesalahan kesalahan kecil orang lain. Oleh karena ini setiap tahun dia selalu naik jabatan, promosinya cepat sekali. Yang paling penting adalah dia setiap hari melewati kehidupannya dengan sangat gembira, katanya orang yang membantu orang lain adalah lebih gembira dibandingkan dengan orang yang menerima bantuan.
    Biarpun dia tidak pernah tahu prinsip ke kristenan bahwa [memberi lebih baik daripada menerima], tetapi dia telah menjalankan kehidupan yang demikian.

    Dia berkata kepada saya bahwa dia selalu berterima kasih atas pengalaman dia di Alaska dulu, karena ini membuat dia menerima rejeki kebajikan yang tak habis habisnya seumur hidup ini. Dan ini benar sekali, hanya sesuatu hal yang kita mau, yang bisa kita hargai, strawberry yang sudah mendapatkan embun baru akan manis, manusia yang sudah diasah kesulitan baru menjadi dewasa dan matang.

    Jika ada seseorang yang tamat Universitas dan tidak tahu mau bekerja apa, maka harus membiarkan dia pergi keluar untuk diasah oleh sang kehidupan, tidak perlu memberikan dia uang, biarkan dia mencari makan dengan tenaganya, berikan dia 1 kesempatan untuk membuktikan kekuatan dirinya & mencicipi kehidupan, niscaya & percaya dia pasti bisa mendapatkan sebuah pengalaman yang berguna seumur hidup. Tuhan memberkati


    Lamar Boschman - “When I worship, I would rather my heart be without words than my words be without heart.”
"Orang yang tidak pernah jatuh adalah biasa. Tetapi orang yang setiap kali jatuh dan mampu bangun kembali, itu baru luar biasa."


Sumber:
http://nomor1.com/suwa6008/Pengalaman-Yang-Berguna-Seumur-Hidup.htm
Baca Selengkapnya - Kisah Inspirasi: Pengalaman Hidup

Minggu, 22 Juli 2012

6 Cara Membuat Pikiran Fokus


Cara Fokus



"Kaca pembesar tidak sanggup membakar kertas jika dia menyebarkan sinarnya."


1. Buatlah daftar tentang apa-apa yang menjadi tujuan anda.
Misalnya: Spiritualisme, keuangan, karir, hubungan sosial masyarakat yang baik, pendidikan, keluarga, asmara, investasi, kesehatan, psikologi, dsb.

2. Sederhanakan daftar anda menjadi hanya 10 hal terpenting.
Jika daftar yang anda buat melebihi 10, maka berbesarlah hati untuk merampingkannya menjadi hanya 10 besar. Untuk tahap ini urutan acak tidak menjadi persoalan, artinya untuk bagian ini anda tidak perlu menentukan dahulu prioritas anda dari no. 1 ke no. 10. Cukup hanya menyederhanakan goal anda hanya 10 hal.

3. Tetapkanlah 3 hal saja yang menjadi goal utama anda.
Ingat carilah alasan yang dapat memantapkan hati anda terhadap 3 hal paling prioritas tadi dan berikan urutan yang jelas no. 1, 2, dan 3. Pada tahap ini, jernihkan perasaan anda dari perasaan serakah menginginkan semua hal tercapai dalam satu waktu. Anda dapat mencapai semua tujuan anda, tapi di artikel ini saya menyarankan untuk terlebih dahulu hanya fokus pada maksimal 3 hal paling utama. Setelah ketiga hal ini dapat disebut tercapai, anda bebas untuk melihat kembali tujuan-tujuan lain.
Lihatlah maksimal hanya 3 hal utama anda sepanjang waktu anda seharian.

4. Fokuslah pada no. 1, dan lepaskan ego anda jika no.2 dan 3. harus belum dapat terpenuhi. 
Ingat, ikhlaskan hal-hal lain yang bukan termasuk dalam 3 hal prioritas ini.
Contoh yang paling anda inginkan:
      1. Keluarga
      2. Karir/ keuangan
      3. Kesehatan

Jika karena mengejar kemapanan finansial untuk mencukupi keluarga anda sudah cukup menyita waktu. Optimalkan waktu luang anda untuk keluarga dan istirahat. Mungkin keinginan no. 4 anda adalah dapat berkumpul dengan teman-teman anda. Namun anda hanya dapat melakukannya jika waktu bersama keluarga anda sudah terpenuhi terlebih dahulu.

Atau, jika ada pekerjaan sampingan yang dapat anda kerjakan untuk mendapatkan sumber penghasilan lain namun justru mengorbankan waktu anda bersama keluarga, sebaiknya nada lepaskan saja keinginan terhadap pekerjaan sampingan itu. Karena prioritas no. 1 adalah keluarga.
Sekali lagi ingat! Buat prioritas yang tegas, lepaskan keserakahan anda. Utamakan apa yang menjadi prioritas anda sesuai urutan yang telah anda buat sebelumnya.

5. Lepaskan ketakutan anda. 
Membuat prioritas dan melakukannya sesuai urutan bukan berarti anda tidak dapat mencapai tujuan-tujuan anda yang lain. Hanya saja pada satu waktu, anda hanya melihat satu tujuan saja. Yang berarti, tujuan-tujuan lain dengan mudah dapat anda kerjakan atau capai jika prioritas utama telah tercapai atau selama tidak mengganggu prioritas yang lebih utama. Ini hanyalah tentang "Time Management".

6. Lakukan sekarang. 
Kurangilah waktu yang anda berikan untuk belajar saja. Berikan juga porsi yang tepat untuk praktek.

Selamat mencoba! :)


Baca juga:
Bersyukur Bukanlah Tidur
7 Cara Sederhana dan Mudah Untuk Bahagia


Baca Selengkapnya - 6 Cara Membuat Pikiran Fokus

Rabu, 04 Juli 2012

Sandiaga Uno, Sukses Jadi Pengusaha Karena Dipecat

Sandiaga Uno



Sandiaga Salahudin Uno memulai usahanya setelah sempat menjadi seorang pengangguran ketika perusahaan yang mempekerjakannya bangkrut. Bersama rekannya, Sandi Uno mendirikan sebuah perusahaan di bidang keuangan, PT Saratoga Advisor. Usaha tersebut terbukti sukses dan telah mengambil alih beberapa perusahaan lain . Pada tahun 2009, Sandi Uno tercatat sebagai orang terkaya urutan ke-29 di Indonesia menurut majalah Forbes. Tahun 2011, Forbes kembali merilis daftar orang terkaya di Indonesia. Sandiaga Uno menduduki peringkat ke-37 dengan total kekayaan US$ 660 juta. (Wikipedia)

Banyak kejadian yang tidak terduga bisa menimpa sewaktu-waktu dalam kehidupan kita. Hal ini yang dialami pengusaha muda, Sandiaga Salahudin Uno. Siapa sangka, sepak terjangnya sebagai seorang pengusaha bermula dari "kecelakaan".

Sandi awalnya dia adalah seorang pegawai biasa. Bahkan, dia terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), imbas krisis pada tahun 1997-1998. Namun, pria berkacamata ini mencoba bangkit dari keterpurukannya.

"Niat jadi pengusaha itu sebenarnya by accident, karena saya di PHK. Jadi mengalir saja, mencari solusi menjadi survival dan jadilah pengusaha," ungkapnya ketika berbincang dengan okezone beberapa waktu lalu.

Di tengah keterpurukannya, Pria yang lahir di Pekanbaru, Riau, 28 Juni 1969 ini mencoba mengubahmind set-nya, untuk membuka lapangan pekerjaan sendiri. Hal tersebut tentu sangatlah sulit. Jika sebelumnya Sandi, begitu dia biasa dipanggil, hanyalah pegawai yang menerima gaji, dia harus merubah haluan menjadi pengusaha yang harus menghasilkan uang bukan hanya untuk diri sendiri, namun juga harus memberikan gaji untuk orang lain.

Tentu tidak mudah untuk menjadi seorang pengusaha. Bapak tiga anak ini pun mengalami berbagai kesulitan. Kesulitan utama adalah memulai usaha dengan modal minim, kantor yang sangat kecil dan jumlah karyawan yang seadanya. Lalu dia harus bersusah payah mencari klien mulai dari nol.

"Cara menyingkirkan kendala-kendala tersebut adalah terus optimis dan pantang menyerah serta selalu mensyukuri sekecil apapun keberhasilan atau prestasi yang kami capai," tuturnya.

Perlahan namun pasti, pria yang mendapat gelar Bachelor of Business Administration dari Wichita State University pada 1990 dan memperoleh gelar Masters of Business Administration dari George Washington University Masters of Business Administration dari George Washington University pada 1992 ini dapat merintis perusahaannya. Sandi merupakan salah satu pendiri Saratoga Capital, sebuah perusahaan investasi yang didirikan bersama Edwin Soeryadjaya pada tahun 1998. Saratoga Capital merupakan perusahaan yang berkonsentrasi dalam bidang sumber daya alam dan infrastuktur.

Tidak Perlu Modal Besar

Banyak orang yang berpendapat bahwa untuk menjadi seorang pengusaha haruslah mempunyai modal yang banyak. Namun menurut Sandi modal bukan merupakan hal yang penting dalam merintis usaha. Mantan Manajer untuk Tim Nasional Bola Basket Putri Indonesia pada SEA Games 2005 di Manila, Filipina, ini menuturkan, bahwa yang terpenting adalah sebuah ide. Dari ide kemudian akan terlahir berbagai inovasi dan terobosan yang tentunya bisa berguna bagi nusa, bangsa dan agama.

"Modal besar? Yang paling penting ide. Ide kita itu kalau misalnya bisa dikemas dengan baik, uang ngejar kita kok. Saya memulai usaha juga tidak pakai modal yang banyak-banyak," kata Sandi.

Selain itu, Sandi pun berpesan pentingnya sebuah jaringan atau networking atau bergaul. Hal tersebut, menurutnya, merupakan hal yang simpel, namun besar imbasnya pada perkembangan usaha kedepannya. Walaupun darah pengusaha tidak mengalir dalam dirinya, namun sekali lagi berkat jaringan yang berasal dari Ibunda tercinta, maka terbuka lebarlah kesempatan Sandi untuk mengepakan sayapnya sebagai pengusaha lebih lebar lagi.

"Berkat jaringan sang ibu, saya mendapat banyak peluang usaha. Meski begitu saya tak pernah merasa jika kesepakatan bisnis yang saya peroleh karena faktor relasi kedua orang tua. Relasi hanya bisa membukakan pintu. Untuk selanjutnya, saya harus berjuang meyakinkan mereka," tutur Sandi. 

"Bergaul dan bertemanlah sebanyak-banyaknya dari situ kita bisa mendapatkan banyak informasi dan peluang usaha yang cocok , jika perlu bergabung dalam suatu organisasi yang berhubungan dengan bidang usaha kita. Dengan begitu akses usaha kita untuk berkembang akan semakin terbuka lebar," dia mengimbuhkan.

Sandi pun berpesan, untuk menjadi seorang pengusaha jangan menjadi orang yang ingin cepat kaya. Dia pun membocorkan rahasia untuk menjadi pengusaha sukses seperti dirinya. “Kerja keras, kerja tuntas dan kerja ikhlas,” bebernya.

Mental kuat pun harus dimiliki oleh seorang pengusaha sejati. Seorang pengusaha harus mempunyai mental berani. Berani yang dimaksud yakni berani bermimpi, berani gagal, berani mengambil risiko, berani sukses. Selain itu, fokus serta memiliki visi hidup yang jelas, menjalani hidup akan menjadi apa, berpenghasilan berapa, memilik apa, dan optimis. Selain itu faktor yang sangat penting adalah trust atau kepercayaan. Karena tanpa kepercayaan orang-orang juga tentu tidak akan mau bermitra.

"Kerja keras, kerja tuntas dan kerja ikhlas, di mana pun kita berada itu sangat relevan. Jadi kalau kita punya semangat seperti itu, menjadi pengusaha itu akan menjadi sangat simpel. Kalau kita punya visi ke depan untuk menciptakan nilai tambah, bukan ingin cepet kaya. Kalau ingin cepat kaya akhirnya kita selalu dihadapkan pada situasi yang sangat sulit," papar sandi.

Berkat semangatnya itu, kini ini dia menjabat sebagai CEO Saratoga Capital dan juga pimpinan di beberapa perusahaan, antara lain PT Adaro Energy Tbk yang merupakan salah satu perusahaan tambang batu bara terbesar di Indonesia,  dan PT Tower Bersama Infrastruktur Group Tbk, perusahaan penyedia menara telekomunikasi. Sandi juga merupaka salah satu pendiri PT Recapital Advisors, sebuah perusahaan pengelola aset yang didirikan pada 1997 bersama teman sekolahnya, Rosan Roeslani.

Namun baru-baru ini, Pria yang hobi berolahraga basket ini mulai merambah dunia dirgantara dengan membeli saham PT Mandala Airlines yang hampir saja bangkrut. Dengan melihat potensi masyarakat Indonesia yang cenderung sering bepergian atau travelling, dirinya mecoba menghidupkan kembali salah satu maskapai kebanggan Indonesia tersebut.

"Saya melihatnya, pertama Mandala itu merupakan aset bangsa di mana pada saat itu dimiliki oleh kawan saya dan waktu itu dia sedang susah, ya saya juga pernah susah. Jadi pasti kalau susah itu kalau ada yang bantu kita, itu appreciate banget. Lalu yang kedua, masyarakat Indonesia kelas menengah tengah tumbuh dan ini yang menjadi tantangan buat kita, bagaimana kita bisa menghadirkan penerbangan kepada para pelanggan kita. Nah, ini yang mungkin mendorong kita, merambah ke dunia dirgantara," ungkap Pria yang menyandang gelar sebagai ‘Indonesian Entrepreneur of The Year’ dari Enterprise Asia.

Selain menjadi pengusaha di sela-sela kesibukannya masih sempat berlari maraton ini juga menjadi sebagai anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) dan bendahara Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI). Selain itu, dirinya juga merupakan pendiri Asosiasi Kewirausahaan Sosial Indonesia (AKSI). Dirinya pun pernah menjabat sebagai Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) periode 2005-2008. Sejak 2004 sampai September 2010 dia aktif di Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), terakhir sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Usaha Mikro Kecil Menengah dan Koperasi.

Ingin Menularkan Virus Kewirausahaan

Sudah banyak sekali sektor usaha yang digeluti oleh Sandi. Lantas, apa lagi yang akan dilakukannya ke depan? Bisnis apa lagi yang akan digeluti? Sandi menjawab diplomatis, sejauh ini dirinya akan menjalani yang sudah ada terlebih dahulu, dimana khususnya akan mengembangkan bisnis dirgantara yang baru saja dirintisnya.

Namun, suami dari Nur Asia ini ingin menyebarkan virus kewirausahaan kepada seluruh masyarakat Indonesia. "Saya ingin banyak membantu kegiatan sosial. Banyak sekali potensi bangsa ini yang belum disentuh dan saya ingin mendorong hal itu agar Indonesia bisa menjadi tuan rumah di negerinya sendiri. Hal itu bisa dilakukan kalau kita bisa menyelesesaikan permasalahan-permasalahan sosial kita. Misalnya anak jalanan ini salah satu permasalahn sosial kita. Kita harus bereskan," ujarnya.

Dia berpandapat masih minimnya entepreneur pada saat ini adalah faktor lingkungan seperti budaya, keluarga dan pendidikan mempunyai peran yang signifikan dalam pembentukan jiwa kewirausahaan, karenanya perlu upaya serius dari pemerintah, pengusaha dan semua pihak untuk merubah sistem dan kurikulum pendidikan yang selama ini berorientasi hanya pada gelar. Saat inilah saatnya dilakukan perombakan sehingga hasil pendidikan berorientasi pada pola pikir yang melahirkan pengusaha-pengusaha baru. Sebagai pengusaha muda dan intelektual, sekarang  Sandi ingin  melakukan transfer ilmu dan sharing pengalaman melalu berbagai cara untuk membangun basis pendidikan jiwa wirausaha di masyarakat utamanya di kalangan generasi muda.

Menurutnya, kampanye kewirausahaan sangat diperlukan untuk mengikis sikap mental yang selama ini masih mendominasi kalangan pemuda untuk bekerja dan bukan berwirausaha. Dan yang juga tidak kalah pentingnya adalah memberikan kurikulum wirausaha di kampus juga merupakan hal yang sangat perlu untuk membenahi output perguruan tinggi dengan memberikan orientasi kepada calon sarjana untuk menjadi pencipta lapangan kerja dan bukan pencari. Akan lebih baik jika kurikulum tersebut dimulai dari sekolah menengah.

Sandi juga memandang bahwa mengintensifkan training atau pelatihan juga penting.  Untuk meningkatkan minat menjadi sebuah keyakinan diperlukan training. Training ini diperlukan untuk memberikan penguatan mental dan ketrampilan-ketrampilan dasar untuk memulai dan menjalankan usaha serta wawasan yang luas mengenai aspek-aspek wirausaha. Beberapa ilmu manajemen usaha dasar dapat diberikan untuk menepis.

Sandi pun berpesan sebagai pengusaha haruslah mampu dan cerdas melihat peluang bisnis yang ada. selain itu, salah satu strategi terpenting dalam meraih sukses adalah mencari tahu dan mempelajari apa yang telah dilakukan oleh orang-orang yang telah berhasil meraih sukses. Teruslah mencari tahu dan belajar dari pengalaman mereka, sampai anda mampu meraih kesuksesan seperti mereka.

"Saya mempelajari bahwa sukses itu mencakup berbagai macam hal, dengan hanya mendalami satu prinsip sukses atau hanya memfokuskan pada satu bagian dalam hidup, tidak akan membawa kita menuju puncak kesuksesan. Namun apabila kita terus selalu mencoba untuk belajar dari kesalahan dan kegagalan kita (trial and error), maka saya optimistis hal tersebutlah yang akan menghantarkan kita pada puncak kesuksesan," ucapnya.

"Kita harus mampu memanfaatkan peluang dari kendala yang ada karena di balik setiap masalah pasti ada peluang. Saya terlahir menjadi pengusaha ketika diberhentikan menjadi karyawan pada krisis moneter tahun 97-98 silam. Selain itu semangat untuk mau belajar dari kesalahan, pantang menyerah, dan tidak menginginkan semuanya dengan instant, dapat membawa saya sampai seperti saat ini,"  tutupnya.


Sumber: http://kampus.okezone.com/read/2012/04/14/22/611471/bermodal-ide-sandiaga-uno-kini-dikejar-uang
Baca Selengkapnya - Sandiaga Uno, Sukses Jadi Pengusaha Karena Dipecat

Senin, 02 Juli 2012

7 Langkah Mudah Untuk Bahagia



Tips Hidup Bahagia:


1. Kurangi berpikir, lebih seringlah merasakan

2. Kurangi cemberut, lebih seringlah tersenyum

3. Kurangi bicara, lebih seringlah mendengarkan

4. Kurangi penghakiman, lebih seringlah untuk menerima

5. Kurangi menonton, lebih seringlah melakukan

6. Kurangi mengeluh, lebih seringlah menghargai

7. Kurangi ketakutan/ kekhawatiran, lebih seringlah mengasihi




Baca juga:

Karyawan vs Bos (untuk pegawai)

Baca Selengkapnya - 7 Langkah Mudah Untuk Bahagia